home global news

Menkes Sebut Tingkat Kematian Kasus Ginjal Akut Cukup Tinggi

Selasa, 25 Oktober 2022 - 05:00 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BPOM menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor (Foto: Humas Setkab)
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melaporkan telah tercatat 245 kasus gangguan ginjal akut progresif atipikal atau acute kidney injuries (AKI) pada anak. Kasus tersebut tersebar di 26 provinsi.

Delapan puluh persen kasus terjadi di delapan provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Aceh, Jawa Timur, Sumatera Barat, Bali, Banten, dan Sumatera Utara. Menkes mengatakan tingkat fatalitas kasus cukup tinggi.

“Fatality rate atau yang meninggal persentasenya dari jumlah kasus 245 ini cukup tinggi, yaitu 141 atau 57,6 persen,” kata Budi, Senin (24/10/2022) usai mengikuti rapat yang dipimpin oleh Presiden Jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Baca juga:Legislator Imbau Masyarakat Tak Sembarang Konsumsi Obat Sirup

Menkes menyampaikan, sangat besar kemungkinan pasien yang menderita AKI terpapar senyawa kimia berbahaya dari obat sirop yang diminum. Pernyataan ini berdasar analisa toksikologi pasien, penyelidikan terhadap obat-obatan yang dikonsumsi pasien, serta referensi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Pada 5 Oktober silam, WHO telah mengeluarkan peringatan atas 4 obat sirup dengan kandungan etilen glikol di Gambia, yang dicurigai berkaitan dengan meninggalnya 66 anak dengan gagal ginjal akut.

“Jadi berdasarkan rilis dari WHO, adanya zat kimia di pasien, bukti biobsi yang menunjukkan kerusakan ginjalnya karena zat kimia ini, dan keempat adanya zat kimia ini di obat-obatan yang ada di rumah pasien, kita menyimpulkan bahwa benar penyebabnya adalah obat-obat kimia yang merupakan cemaran atau impurities dari pelarut ini,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
menkes budi gunadi sadikin gangguan ginjal penyakit ginjal
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya