Menparekraf Optimistis Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia di 2024
Fifiyanti Abdurahman
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 07:32 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Foto: Fifiyanti Abdurahman/Langit7.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif,Sandiaga Salahuddin Uno mengaku optimistis target Indonesia menjadi kiblat fashion muslim dunia di 2024 akan tercapai.
"Optimis dan walaupun ada ancaman resesi, tetapi konsumsi yang berkaitan dengan modest fashion ini permintaannya meningkat," jelas Sandiaga di acara Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (27/10/2022).
Baca juga: Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia, Menkop UKM: Perlu Kolaborasi
Keyakinan itu didasari potensi Indonesia sebagai pasar muslim terbesar di dunia.
"Saya melihat bahwa justru tren ini baru di awal dan masih akan meningkat secara signifikan untuk beberapa tahun ke depan. Nanti akan pindah dari Dubai, Kuala Lumpur, nanti ke Indonesia, karena pasarnya terbesar di Indonesia," imbuhnya.
Namun Sandiaga mengakui pandemi cukup menjatuhkan industri fashion, terlebih Indonesia yang dibayangi resesi di tahun 2023. Meski demikian, ia percaya industri modest fashion Indonesia masih akan terus berkembang.
"Saya beranggapan ini akan terakselerasi karena banyak penjualannya nanti akan dilakukan melalui platform-platform digital," pungkasnya.
"Optimis dan walaupun ada ancaman resesi, tetapi konsumsi yang berkaitan dengan modest fashion ini permintaannya meningkat," jelas Sandiaga di acara Indonesia Modest Fashion Week (IMFW) 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (27/10/2022).
Baca juga: Indonesia Kiblat Fesyen Muslim Dunia, Menkop UKM: Perlu Kolaborasi
Keyakinan itu didasari potensi Indonesia sebagai pasar muslim terbesar di dunia.
"Saya melihat bahwa justru tren ini baru di awal dan masih akan meningkat secara signifikan untuk beberapa tahun ke depan. Nanti akan pindah dari Dubai, Kuala Lumpur, nanti ke Indonesia, karena pasarnya terbesar di Indonesia," imbuhnya.
Namun Sandiaga mengakui pandemi cukup menjatuhkan industri fashion, terlebih Indonesia yang dibayangi resesi di tahun 2023. Meski demikian, ia percaya industri modest fashion Indonesia masih akan terus berkembang.
"Saya beranggapan ini akan terakselerasi karena banyak penjualannya nanti akan dilakukan melalui platform-platform digital," pungkasnya.