Kemenag Dorong Pemerataan Mutu dan Kualitas Madrasah
Andi Muhammad
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 18:00 WIB
Ilustrasi sekolah madrasah. Foto: istimewa.
Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan Kementerian Agama (Kemenag) akan melatih 1.320 kepala madrasah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pelatihan ini didukung oleh program Madrasah Education Quality Reform (MEQR) yang berada di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama, Suyitno mengatakan, pelatihan kepala madrasah menjadi bagian penting dari skema besar peningkatan mutu madrasah. Kemenag berkewajiban mendorong semua madrasah berkompetisi secara sehat dan terus berinovasi.
"Kualitas madrasah perlu terus digenjot. Meski banyak madrasah yang saat ini mutunya tak kalah dengan sekolah, namun kondisinya belum merata. Apalagi, jumlah madrasah sangat banyak, mencapai lebih 50.000 dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia," kata Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/10/2022).
Baca Juga:Pesantren Masyarakat Merapi-Merbabu, Didirikan Relawan untuk Dakwah Jangka Panjang
Suyitno memandang penting melatih kepala madrasah maupun calon kepala madrasah. Sebab, ujung tombak pengembangan mutu lembaga pendidikan berada di tangan top leader. Kepala madrasah bukan hanya sebagai leader dan manajerm mereka umumnya adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
"Dalam struktur organisasi madrasah, kepala madrasah memiliki posisi sentral. Dia sebagai top leader, sekaligus inovator dan motor perubahan. Banyak contoh madrasah baik dan unggul karena kepemimpinan kepala madrasah yang baik dan mengikuti gerak zaman," ucapnya.
Sementara, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki menjelaskan bahwa pelatihan kepala madrasah ini tersebar di 16 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Yaitu, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selain itu ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara, Manado, Ambon, Denpasar, Sulawesi Selatan, dan Papua.
Kepala Balitbang Diklat Kementerian Agama, Suyitno mengatakan, pelatihan kepala madrasah menjadi bagian penting dari skema besar peningkatan mutu madrasah. Kemenag berkewajiban mendorong semua madrasah berkompetisi secara sehat dan terus berinovasi.
"Kualitas madrasah perlu terus digenjot. Meski banyak madrasah yang saat ini mutunya tak kalah dengan sekolah, namun kondisinya belum merata. Apalagi, jumlah madrasah sangat banyak, mencapai lebih 50.000 dan tersebar di seluruh pelosok Indonesia," kata Suyitno dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/10/2022).
Baca Juga:Pesantren Masyarakat Merapi-Merbabu, Didirikan Relawan untuk Dakwah Jangka Panjang
Suyitno memandang penting melatih kepala madrasah maupun calon kepala madrasah. Sebab, ujung tombak pengembangan mutu lembaga pendidikan berada di tangan top leader. Kepala madrasah bukan hanya sebagai leader dan manajerm mereka umumnya adalah tokoh masyarakat dan tokoh agama.
"Dalam struktur organisasi madrasah, kepala madrasah memiliki posisi sentral. Dia sebagai top leader, sekaligus inovator dan motor perubahan. Banyak contoh madrasah baik dan unggul karena kepemimpinan kepala madrasah yang baik dan mengikuti gerak zaman," ucapnya.
Sementara, Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki menjelaskan bahwa pelatihan kepala madrasah ini tersebar di 16 provinsi dan 20 kabupaten/kota. Yaitu, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Selain itu ada Jawa Timur, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Tenggara, Manado, Ambon, Denpasar, Sulawesi Selatan, dan Papua.