Wapres Minta Masyarakat Tetap Waspada Terhadap Subvarian Omicron XXB
Hasanah syakim
Jum'at, 28 Oktober 2022 - 20:45 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin (foto: biro pers istana)
Wakil Presiden (Wapres) RI KH Ma'ruf Amin meminta masyarakat Indonesia tetap waspada terhadap kemunculan subvarian Omicron XBB yang muncul di sejumlah negara.
Menurut Ma'ruf Amin hal tersebut agar tidak terjadi lonjakan kasus secara besar-besaran, maka diperlukan kewaspadaan terutama dalam penerapan protikol kesehatan.
“Kita sudah menjaga kondisi seperti sekarang, kepada masyarakat tetap harus menggunakan masker dan berhati-hati,” ungkap Ma'ruf Amin dalam keterangannya Jum'at (28/10/2022).
Baca juga:BPOM Umumkan 198 Obat Sirop Bebas Senyawa Berbahaya
Menurutnya, dengan kehatian-hatian yang tinggi masyarakat tetap diminta melakukan aktivitas sehari-harinya. Karena hal tersebut dinilai akan memvanyi menstabilkan roda ekonomi masyarakat yang telah dibangun sejak awal pandemi Covid-19.
“Tetapi jangan sampai mengganggu mobilisasi masyarakat, jangan sampai ekonomi terganggu,” ungkap Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan pemerintah terus mengkaji pengembangan terkait Covid-19, sehingga kemudian menjadi dasar dalam menentukan statis kedaruratan pandemi di Indonesia.
Menurut Ma'ruf Amin hal tersebut agar tidak terjadi lonjakan kasus secara besar-besaran, maka diperlukan kewaspadaan terutama dalam penerapan protikol kesehatan.
“Kita sudah menjaga kondisi seperti sekarang, kepada masyarakat tetap harus menggunakan masker dan berhati-hati,” ungkap Ma'ruf Amin dalam keterangannya Jum'at (28/10/2022).
Baca juga:BPOM Umumkan 198 Obat Sirop Bebas Senyawa Berbahaya
Menurutnya, dengan kehatian-hatian yang tinggi masyarakat tetap diminta melakukan aktivitas sehari-harinya. Karena hal tersebut dinilai akan memvanyi menstabilkan roda ekonomi masyarakat yang telah dibangun sejak awal pandemi Covid-19.
“Tetapi jangan sampai mengganggu mobilisasi masyarakat, jangan sampai ekonomi terganggu,” ungkap Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan pemerintah terus mengkaji pengembangan terkait Covid-19, sehingga kemudian menjadi dasar dalam menentukan statis kedaruratan pandemi di Indonesia.