home masjid

Tausiah Ahad Pagi: Menghidupkan Kembali Hati yang Telah Mati

Ahad, 30 Oktober 2022 - 06:00 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Ada sekerat daging di dalam diri kita, jika itu baik maka baik hidup kita, bila itu buruk maka buruk hidup kita.

Oleh: KH Bachtiar Nasir

Dalam surat Al-Anfal ayat 24 Allah SWT berfirman:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila ia menyerumu pada sesuatu yang memberikan kehidupan kepadamu, dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya dan sesungguhnya kepada-Nyalah kamu dikumpulkan.”

Segumpal daging itulah yang disebut dengan jantung secara anatomi dan subtansi harfiah. Namun, dalam subtansi maknawi, segumpal daging itulah kalbu atau hati. Kalbu adalah alam dalam jiwamu dan yang menentukan siapa dirimu. Itulah subtansi diri kita.

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
tauhid iman ustadz bachtiar nasir tausiyah tazkiyatun nafs
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya