home edukasi & pesantren

Lewat Buku, Arifi Saiman Luruskan Istilah Diplomasi Santri

Ahad, 30 Oktober 2022 - 15:00 WIB
Buku Arifi Salman soal diplomasi santri. (Foto: Istimewa).
Mantan Konjen RI di New York, Arifi Saiman, menyebut diplomasi santri merupakan bagian dari jalur diplomasi yang sifatnya citizen diplomacy bukan public diplomacy.

Hal ini dia katakan untuk meluruskan salah kaprah masyarakat yang kerap menggunakan public diplomacy pada saat menggambarkan misi yang dilakukan oleh masyarakat atau elemen-elemen, baik itu Civil Society Organization (CSO) maupun Non-Governmental Organization (NGO) untuk menggapai misi sebagai public diplomacy.

"Sebetulnya kalau yang namanya public diplomacy itu pelakunya tetap negara, dan sasarannya adalah masyarakat dari negara yang mau kita tuju," ujar Arifi dalam webinar hari santri bertajuk Santri, Diplomasi dan Perdamaian Dunia, Sabtu (29/10/2022).

Baca Juga: Santri Harus Paham Keislaman, Kebangsaan, dan Keindonesiaan

"Namun, jika pelakunya adalah unsur dari masyarakat termasuk organisasi masyarakat seperti misalnya ISNU melakukan misi diplomasi ke luar negeri, itu ranahnya bukan public diplomacy tetapi citizen diplomacy," lanjut dia.

Dia lalu berkata, terkait dengan diplomasi santri terdapat kata santri, sehingga pelakunya adalah santri.

Santri berasal dari kata sansekerta yaitu sastri. Dahulu terdapat tempat-tempat pembelajaran agama Buddha dan Hindu yang juga melakukan boarding school atau menginap, dan muridnya bernama sastri.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
pondok pesantren santri diplomasi luar negeri konsulat ri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya