home global news

Pemerintah Tak Perlu Terlibat Masalah Perbedaan Pemahaman Keagamaan

Senin, 31 Oktober 2022 - 23:05 WIB
Cendekiawan Muslim Din Syamsuddin (foto: istimewa)
Cendikiwan muslim, Prof Din Syamsuddin menilai pemerintah tak perlu terlibat mengenai perbedaan pemahaman keagamaan di masyarakat. Dia menyampaikan pandangannya soal adanya permintaan untuk melarang paham Wahabi.

"Saya harap pemerintah sebaiknya jangan terlibat dalam menangani perbedaan pemahaman di kalangan masyarkat atau umat beragama," kata Din kepada wartawan di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Senin (31/10/2022).

Menurut Din, sikap yang paling bijak adalah saling mengedepankan sifat, sikap dan watak wasathiyah atau jalan tengah. Antarelemen umat Islam seharusnya menguatkan toleransi dan ukhuwah islamiyah.

Baca juga:Din Syamsuddin Harap Wasatiyat Islam Jadi Gerakan Global

"Bagi saya pribadi, seharusnya kita mengedepankan sikap, sifat dan watak wasathiyah, jalan tengah, yaitu mengedepankan toleransi sebagai salah satu aspek wasathiyah yaitu tasamuh. Maka kita harus bertenggang rasa terhadap perbedaan pendapat," kata dia.

Din menuturkan, musyawarah adalah cara terbaik dalam menyelesaikan perbedaan pandangan dan paham keagamaan. Menurutnya, penting untuk menghindari sikap yang memutlakkan pemahaman.

"Jadi sebaiknya jangan ada sikap yang memutlakkan pemahaman. Apalagi menyalahkan pihak lain dan apalagi membawa negara untuk terlibat. Hemat saya, itu bukan sikap kita yang selama ini kita agung-agungkan, dengung-dengungkan sebagai sikap moderat. Itu adalah bentuk ekstremitas dalam beragama," paparnya.
(sof)
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
din syamsuddin muhammadiyah pemahaman keagamaan toleransi cendekiawan muslim
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya