Nasihat UAH: Jangan Malu Bertaubat, Yuk Kembali ke Jalan Allah
Andi Muhammad
Selasa, 01 November 2022 - 08:25 WIB
Ilustrasi. Foto: Langit7.id/iStock.
Allah SWT menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna. Kendati demikian, bukan berarti manusia tidak mempunyai kesalahan, karena manusia merupakan tempat dari perbuatan salah dan dosa.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, hukuman dari Allah itu datangnya cepat, namun di saat yang bersamaan Allah sangat Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat.
"Tidak ada di antara kita yang sempurna (tidak memiliki dosa), sekarang pun kita ada di masjid boleh jadi banyak lumuran dosa yang kita lakukan," kata UAH dalam ceramahnya dikutip di kanal Adi Hidayat Official, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga:UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan Perbuatan
UAH menegaskan, siapapun yang hendak hijrah ataupun bertaubat jangan sampai menunda-nunda. Karena ajal seseorang adalah rahasia Allah dan tidak ada yang tahu kapan akan datang menjemput.
"Maka kalau kita sadar berbuat salah, kata Allah jangan malu kembali kepada-Ku, karena 'Aku lah gafurur rahim. Sepanjang kau mau kembali, Aku akan mengampuni dosa yang engkau kerjakan dan menghapuskannya sampai engkau kembali'," jelasnya.
Namun sebaliknya, kata UAH, jika seorang mukmin sengaja menunda-nunda dan berbuat dosa akan ada hukuman dari Allah yang dipercepat kepada hamba-Nya itu. Tetapi hukuman yang diberikan Allah sebagai mukadimah.
Pendakwah Ustaz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, hukuman dari Allah itu datangnya cepat, namun di saat yang bersamaan Allah sangat Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya yang ingin bertaubat.
"Tidak ada di antara kita yang sempurna (tidak memiliki dosa), sekarang pun kita ada di masjid boleh jadi banyak lumuran dosa yang kita lakukan," kata UAH dalam ceramahnya dikutip di kanal Adi Hidayat Official, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga:UAH: Iman Tak Sekadar di Hati, tapi Juga Lisan dan Perbuatan
UAH menegaskan, siapapun yang hendak hijrah ataupun bertaubat jangan sampai menunda-nunda. Karena ajal seseorang adalah rahasia Allah dan tidak ada yang tahu kapan akan datang menjemput.
"Maka kalau kita sadar berbuat salah, kata Allah jangan malu kembali kepada-Ku, karena 'Aku lah gafurur rahim. Sepanjang kau mau kembali, Aku akan mengampuni dosa yang engkau kerjakan dan menghapuskannya sampai engkau kembali'," jelasnya.
Namun sebaliknya, kata UAH, jika seorang mukmin sengaja menunda-nunda dan berbuat dosa akan ada hukuman dari Allah yang dipercepat kepada hamba-Nya itu. Tetapi hukuman yang diberikan Allah sebagai mukadimah.