LANGIT7.ID, Jakarta - Pendakwah Ustaz Adi Hidayat atau yang akrab disapa UAH mengatakan, jika kita ingin memiliki iman yang kuat tidak dan kokoh, maka kita harus yakin tanpa ragu pada semua kententuan Allah SWT.
"Yakin jangan ragu, semua yang yakin-yakin itu sudah pasti amalan hati bukan lisan, kalau lisan bisa berubah," kata UAH dalam ceramahnya di kanal Adi Hidayat Official, dikutip Selasa (25/10/2022).
Dia menjelaskan, jika suatu amalan berlandaskan dari hati maka itu sudah menjadi komitmen, artinya akan dijalani tidak hanya sekedar wacana akan mengamalkan saja. Hal ini tentu berbeda jika hendak melakukan amalan yang belum mantap dari hati dan hanya sekedar lisan saja.
Menurut UAH, seorang mukmin yang memiliki iman sampai ke hati, berarti dia sudah memantapkan imannya. Karena iman yang telah sampai ke hati itu tandanya seorang mukmin telah berkomitmen kepada Allah SWT.
Baca Juga: UAH: Allah akan Angkat Derajat Orang-orang Berilmu"Iman itu di hati bukan di lisan, sebab kalau sudah sampai ke hati (iman), mengerjakan apapun akan mudah," ujarnya.
Hal tersebut dia ungkapkan sesuai dengan firman Allah pada surat Al-Hujurat ayat 14:
قَالَتِ ٱلْأَعْرَابُ ءَامَنَّا ۖ قُل لَّمْ تُؤْمِنُوا۟ وَلَٰكِن قُولُوٓا۟ أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ ٱلْإِيمَٰنُ فِى قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِن تُطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ لَا يَلِتْكُم مِّنْ أَعْمَٰلِكُمْ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Artinya: Orang-orang Arab Badui itu berkata: "Kami telah beriman". Katakanlah: "Kamu belum beriman, tapi katakanlah 'kami telah tunduk', karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Iman yang belum masuk ke hati, kata UAH, masih akan sulit untuk mengerjakan amalan-amalan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, kita harus yakin dengan ketentuan Allah agar memiliki iman yang kuat dan sampai ke hati.
"Jadi kalau kita sudah masuk ke hati imannya, mengerjakan apapun gampang, bahkan Allah belum perintahkan sudah menunggu. Misal ashar jam berapa ya, sebelum Ashar dia sudah menunggu untuk melaksanakan ibadah," ujarnya.
Baca Juga: Belajar dari Siti Hajar dan Ismail, Bisnis Modal Prasangka Baik(zhd)