Institusi Pendidikan Turut Bertanggung Jawab Atas Banyaknya Koruptor di Indonesia
Fajar adhitya
Selasa, 01 November 2022 - 21:14 WIB
Universitas Paramadina Indonesia dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia menggelar seminar antikorupsi (foto: istimewa)
Universitas Paramadina Indonesia dan Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malaysia menggelar seminar antikorupsi bertajuk "Integrity, Good Corporate Governance and Anti-Corruption Establishmentâ. Seminar membahas beberapa isu perkembangan dan tantangan pemberantasan korupsi di kedua negara.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyebut korupsi adalah 'the biggest and the hardest enemy of the people'. Semakin banyaknya pihak yang terlibat dan jumlah nominal yang dikorupsi menunjukkan korupsi adalah musuh bersama.
Hal yang lebih memprihatinkan lanjut Didik, adalah bahwa parakoruptor merupakan alumni perguruan tinggi terbaik setiap negara.
"Pihak Universitas juga harus bertanggung jawab dengan memberikan pelajaran tentang etika, norma dan hukum tentang korupsi", ujar Didik.
Baca juga:Johanis Tanak: Restorative Justice Hanya Opini
Pegiat antikorupsi Paramadina, Asriana Issa Sofia, menyatakan bahwa saat ini tren pelaku korupsi didominasi lulusan pendidikan tinggi. Selain itu, umur dari pelaku korupsi semakin banyak berasal dari kalangan muda.
"Tren pelaku korupsi sebesar 86% itu berasal dari pendidikan tinggi dengan dominasi oleh lulusan magister. Sedangkan umur pejabat yang melakukan korupsi tidak lagi didominasi oleh generasi atas, namun juga generasi muda ikut korupsi, bahkan yang termuda itu 24 tahun merujuk pada kasus korupsi di Bupati Penajam Paser Utara", tutur Asri.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menyebut korupsi adalah 'the biggest and the hardest enemy of the people'. Semakin banyaknya pihak yang terlibat dan jumlah nominal yang dikorupsi menunjukkan korupsi adalah musuh bersama.
Hal yang lebih memprihatinkan lanjut Didik, adalah bahwa parakoruptor merupakan alumni perguruan tinggi terbaik setiap negara.
"Pihak Universitas juga harus bertanggung jawab dengan memberikan pelajaran tentang etika, norma dan hukum tentang korupsi", ujar Didik.
Baca juga:Johanis Tanak: Restorative Justice Hanya Opini
Pegiat antikorupsi Paramadina, Asriana Issa Sofia, menyatakan bahwa saat ini tren pelaku korupsi didominasi lulusan pendidikan tinggi. Selain itu, umur dari pelaku korupsi semakin banyak berasal dari kalangan muda.
"Tren pelaku korupsi sebesar 86% itu berasal dari pendidikan tinggi dengan dominasi oleh lulusan magister. Sedangkan umur pejabat yang melakukan korupsi tidak lagi didominasi oleh generasi atas, namun juga generasi muda ikut korupsi, bahkan yang termuda itu 24 tahun merujuk pada kasus korupsi di Bupati Penajam Paser Utara", tutur Asri.