Masjid Al-Bayyinah, 99 Tiang Penyangga Sebanyak Asmaul Husna
Andi Muhammad
Rabu, 02 November 2022 - 11:00 WIB
Masjid Al-Bayyinah, 99 Tiang Penyangga Sebanyak Asmaul Husna. Foto: Andi Muhammad.
Di tengah hiruk pikuk kawasan pusat perekonomian Jakarta, terdapat sebuah masjid sebagai pengingat ibadah kepada Allah SWT yakni Masjid Al-Bayyinah. Lokasi tepatnya berada di Jalan Setia Budi Selatan Raya nomor 1, Kuningan, Jakarta Selatan.
Masjid ini didirikan oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) pada tahun 1992. Karena perumahan GKBI berdekatan dengan lokasi berdirinya masjid. Seiring berjalannya waktu, perumahan GKBI dipindahkan hanya bergeser sedikit namun di kawasan yang sama.
Oleh karena itu, masjid pun ikut direlokasi yang tidak berjauhan dari perumahan GKBI. Uniknya, masjid ini memiliki jumlah tiang penyangga yang sengaja dibuat sebanyak asmaul husna, yaitu 99. Tak lain tujuan penyangga tiang sebagai simbol pengingat kepada Allah untuk menegakan syariat ajaran Islam.
Selain itu, Masjid Al-Bayyinah juga memiliki kegiatan keagamaan seperti kajian rutin setiap Selasa ba'da Dzuhur, Jum'at malam, dan Rabu malam selepas ba'da Isya. Bahkan guru yang mengisi kajian pada hari Selasa yakni Ustaz Abi Makki, tepatnya pekan ketiga dalam sebulan. Kemudian juga bergantian dengan Ustaz Prof Dr Abdul Muta Ali.
"Ustaz Abi Makki itu sejarahnya mulai pertama kali dakwah di Masjid Al-Bayyinah," kata Ketua DKM Masjid Al-Bayyinah, M Fajar Shodik saat ditemui Langit7.id, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga:Masjid jadi Poros Peradaban dan Budaya Ilmu, Ini Kata Sejarawan
Masjid Al-Bayyinah pun tak pernah sepi jamaah, setiap harinya setelah azan berkumandang setidaknya 200 jamaah berkumpul menunaikan ibadah salat berjamaah. Jumlah jamaah pun meningkat drastis ketika memasuki bulan suci Ramadhan.
Masjid ini didirikan oleh Gabungan Koperasi Batik Indonesia (GKBI) pada tahun 1992. Karena perumahan GKBI berdekatan dengan lokasi berdirinya masjid. Seiring berjalannya waktu, perumahan GKBI dipindahkan hanya bergeser sedikit namun di kawasan yang sama.
Oleh karena itu, masjid pun ikut direlokasi yang tidak berjauhan dari perumahan GKBI. Uniknya, masjid ini memiliki jumlah tiang penyangga yang sengaja dibuat sebanyak asmaul husna, yaitu 99. Tak lain tujuan penyangga tiang sebagai simbol pengingat kepada Allah untuk menegakan syariat ajaran Islam.
Selain itu, Masjid Al-Bayyinah juga memiliki kegiatan keagamaan seperti kajian rutin setiap Selasa ba'da Dzuhur, Jum'at malam, dan Rabu malam selepas ba'da Isya. Bahkan guru yang mengisi kajian pada hari Selasa yakni Ustaz Abi Makki, tepatnya pekan ketiga dalam sebulan. Kemudian juga bergantian dengan Ustaz Prof Dr Abdul Muta Ali.
"Ustaz Abi Makki itu sejarahnya mulai pertama kali dakwah di Masjid Al-Bayyinah," kata Ketua DKM Masjid Al-Bayyinah, M Fajar Shodik saat ditemui Langit7.id, Selasa (1/11/2022).
Baca Juga:Masjid jadi Poros Peradaban dan Budaya Ilmu, Ini Kata Sejarawan
Masjid Al-Bayyinah pun tak pernah sepi jamaah, setiap harinya setelah azan berkumandang setidaknya 200 jamaah berkumpul menunaikan ibadah salat berjamaah. Jumlah jamaah pun meningkat drastis ketika memasuki bulan suci Ramadhan.