Sunan Giri, Paus Van Java Rujukan Umat Islam se-Nusantara
Muhajirin
Rabu, 02 November 2022 - 22:25 WIB
Makam Sunan Giri di Gresik (foto: salsawisata.com)
Sunan Giri adalah salah satu Wali Songo yang otoritas ilmu dan spiritualnya diakui banyak pihak termasuk oleh bangsa Eropa. Pelaut Belanda Jacob Van Heemskerck menyebut Sunan Giri dalam suratnya pada 4 Juli 1602 sebagai Uskup Besar. Penulis dan sejarawan Eropa bahkan menyebut Sunan Giri sebagai Paus Van Java atau Paus dari Jawa.
Diketahui, Paus adalah otoritas keagamaan tertinggi di agama Katolik. Ketika para pelaut dan sejarawan dari Barat datang ke Jawa, mereka melihat otoritas keagamaan di Jawa di kalangan umat Islam dipegang oleh Sunan Giri.
Sunan Giriyang punya nama lain Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudro, memang merupakan rujukan umat Islam dalam mempelajari agamanya. Tak hanya dari seluruh Jawa, namun juga dari seluruh nusantara datang ke pesantren Sunan Giri yang bernama Giri Kedaton.
“Ketika orang-orang Belanda melihat agama Islam di Nusantara, dia ingin mencari pusat, siapa pemimpin pusatnya ini. Nah, di banyak catatan disebutkan memang Sunan Giri pemimpin tertinggi yang diakui,” kata Irfan Afifi kepada langit7.id, Rabu (2/11/2022).
Baca Juga:Sejarah Giri Kedaton, Pesantren Sunan Giri yang Jadi Kerajaan
Menurut Irfan Afifi, Sunan Giri menjadi rujukan keislaman di seluruh Nusantara tidak lepas dari statusnya sebagai salah satu Wali Songo. Wali Songo memiliki jaringan atau simpul. Simpul itu ada di Tanah Jawa, Sumatra, Malaka, Filipina, India, dan Nusantara secara umum.
Saat itu, pusat penyebaran Islam rata-rata berkumpul di Masjid Demak. Setelah Sunan Ampel meninggal dunia, Sunan Giri ‘naik tahta’. Itu karena Sunan Giri pernah dinobatkan sebagai Raja Demak selama 40 hari dan otoritas rohaniahnya juga meningkat.
Diketahui, Paus adalah otoritas keagamaan tertinggi di agama Katolik. Ketika para pelaut dan sejarawan dari Barat datang ke Jawa, mereka melihat otoritas keagamaan di Jawa di kalangan umat Islam dipegang oleh Sunan Giri.
Sunan Giriyang punya nama lain Raden Paku, Prabu Satmata, Sultan Abdul Faqih, Raden 'Ainul Yaqin dan Joko Samudro, memang merupakan rujukan umat Islam dalam mempelajari agamanya. Tak hanya dari seluruh Jawa, namun juga dari seluruh nusantara datang ke pesantren Sunan Giri yang bernama Giri Kedaton.
“Ketika orang-orang Belanda melihat agama Islam di Nusantara, dia ingin mencari pusat, siapa pemimpin pusatnya ini. Nah, di banyak catatan disebutkan memang Sunan Giri pemimpin tertinggi yang diakui,” kata Irfan Afifi kepada langit7.id, Rabu (2/11/2022).
Baca Juga:Sejarah Giri Kedaton, Pesantren Sunan Giri yang Jadi Kerajaan
Menurut Irfan Afifi, Sunan Giri menjadi rujukan keislaman di seluruh Nusantara tidak lepas dari statusnya sebagai salah satu Wali Songo. Wali Songo memiliki jaringan atau simpul. Simpul itu ada di Tanah Jawa, Sumatra, Malaka, Filipina, India, dan Nusantara secara umum.
Saat itu, pusat penyebaran Islam rata-rata berkumpul di Masjid Demak. Setelah Sunan Ampel meninggal dunia, Sunan Giri ‘naik tahta’. Itu karena Sunan Giri pernah dinobatkan sebagai Raja Demak selama 40 hari dan otoritas rohaniahnya juga meningkat.