Keistimewaan Ajarkan Al-Fatihah ke Anak Diganjar Pahala Berlimpah
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 04 November 2022 - 10:30 WIB
Keistimewaan Ajarkan Al-Fatihah ke Anak Diganjar Pahala Berlimpah. (Foto: Istimewa).
Orangtua dianjurkan mengajarkan anaknya mengaji, terutama bacaan surat Al-Fatihah. Sebab, ada pahala kebaikan yang terus mengalir karena bacaan Al Quran tersebut.
Pendakwah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, dalam ilmu hadis dikatakan bahwa orangtua yang berbuat baik untuk anaknya akan mendapatkan keuntungan. Ketika anak melakukan kebaikan, akan terlimpah pula pahala kepada orang tua tanpa dikurangi sedikitpun.
"Untuk itu saya pesan, kalau Allah titipkan anugerah anak, maka usahakanlah Al-Fatihah diajarkan oleh orang tuanya," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga: Tafsir Al Fatihah Ayat 6-7: Jalan yang Diridai dan Dimurkai Allah
Bahkan, kata UAH, kebaikan itu juga berlaku sekalipun hanya mengajarkan kalimat "Bismillahirrahmanirrahim". Kalimat kebaikan yang dibawakan anak seumur hidupnya itulah yang akan menjadi ladang pahala bagi orang tua.
"Bacaan itu akan dia (anak) bawa seumur hidupnya. Bahkan 17 kali dibaca setiap hari dalam salat," ujarnya.
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengingatkan agar jangan sampai pahala kebaikan yang terus mengalir tersebut justru diberikan kepada orang lain, seperti guru ngaji atau guru di sekolahnya.
Pendakwah, Ustadz Adi Hidayat (UAH) mengatakan, dalam ilmu hadis dikatakan bahwa orangtua yang berbuat baik untuk anaknya akan mendapatkan keuntungan. Ketika anak melakukan kebaikan, akan terlimpah pula pahala kepada orang tua tanpa dikurangi sedikitpun.
"Untuk itu saya pesan, kalau Allah titipkan anugerah anak, maka usahakanlah Al-Fatihah diajarkan oleh orang tuanya," kata dia dikutip dari kanal YouTubenya, Jumat (4/11/2022).
Baca Juga: Tafsir Al Fatihah Ayat 6-7: Jalan yang Diridai dan Dimurkai Allah
Bahkan, kata UAH, kebaikan itu juga berlaku sekalipun hanya mengajarkan kalimat "Bismillahirrahmanirrahim". Kalimat kebaikan yang dibawakan anak seumur hidupnya itulah yang akan menjadi ladang pahala bagi orang tua.
"Bacaan itu akan dia (anak) bawa seumur hidupnya. Bahkan 17 kali dibaca setiap hari dalam salat," ujarnya.
Pendiri Quantum Akhyar Institute ini mengingatkan agar jangan sampai pahala kebaikan yang terus mengalir tersebut justru diberikan kepada orang lain, seperti guru ngaji atau guru di sekolahnya.