Masjid Tempat Strategis Pusat Pemberdayaan Lingkungan Hidup
Andi Muhammad
Jum'at, 04 November 2022 - 19:15 WIB
Masjid Pangeran Diponegoro di TMII. Foto: Andi Muhammad.
Penasehat senior Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Ir Sarwono Kusumadmaja menilai bahwa Indonesia merupakan negara yang tidak terkena dampak terburuk terhadap krisis global. Karena itu, masjid merupakan tempat strategis yang mampu menjadi pusat pemberdayaan lingkungan hidup sebagai solusi akan permasalahan tersebut.
Hal ini dia sampaikan secara virtual dalam konferensi nasional masjid ramah lingkungan 2022 bertajuk 'Dari Masjid Wujudkan Kehidupan Berkelanjutan' yang diinisiasi oleh Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) MUI.
"Peluang inilah yang saya kira bisa dimanfaatkan komunitas masjid seluruh Indonesia ini untuk memfokuskan diri dengan tiga isu yang sangat mendasar yang erat hubungannya dengan kualitas hidup manusia. Ketiga isu itu tidak lain soal pangan, energi, dan air," kata Sarwono.
Dia menambahkan, sempat berkenalan dengan berbagai pihak dari lembaga-lembaga pendidikan agama, seperti tokoh-tokoh pesantren hingga para aktivis pemuda yang berada di dalamnya.
Baca Juga:Ringkasan Khutbah Jumat: Bahaya Malapetaka dalam Lisan
Sarwono menyatakan kekagummnya kepada para generasi muda di berbagai lembaga pendidikan agama tersebut. Hal ini lantaran kegiatan pertanian yang merupakan produksi bahan pangan di gerakan oleh mereka.
Tak hanya itu, pertanian yang dilakukan oleh generasi muda di sejumlah pesantren ternyata memiliki cara atau kepribadian yang berbeda dengan pada umumnya. Karena pertanian yang dilakukan oleh kaum muda itu lebih orisinil dan modern.
Hal ini dia sampaikan secara virtual dalam konferensi nasional masjid ramah lingkungan 2022 bertajuk 'Dari Masjid Wujudkan Kehidupan Berkelanjutan' yang diinisiasi oleh Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam (LPLH SDA) MUI.
"Peluang inilah yang saya kira bisa dimanfaatkan komunitas masjid seluruh Indonesia ini untuk memfokuskan diri dengan tiga isu yang sangat mendasar yang erat hubungannya dengan kualitas hidup manusia. Ketiga isu itu tidak lain soal pangan, energi, dan air," kata Sarwono.
Dia menambahkan, sempat berkenalan dengan berbagai pihak dari lembaga-lembaga pendidikan agama, seperti tokoh-tokoh pesantren hingga para aktivis pemuda yang berada di dalamnya.
Baca Juga:Ringkasan Khutbah Jumat: Bahaya Malapetaka dalam Lisan
Sarwono menyatakan kekagummnya kepada para generasi muda di berbagai lembaga pendidikan agama tersebut. Hal ini lantaran kegiatan pertanian yang merupakan produksi bahan pangan di gerakan oleh mereka.
Tak hanya itu, pertanian yang dilakukan oleh generasi muda di sejumlah pesantren ternyata memiliki cara atau kepribadian yang berbeda dengan pada umumnya. Karena pertanian yang dilakukan oleh kaum muda itu lebih orisinil dan modern.