home lifestyle muslim

Memaafkan Pelaku KDRT, Perspektif Sufi: Bagian dari Latihan Hati dan Diri

Selasa, 08 November 2022 - 13:00 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Isu kekerasan dalam rumah tangga atau KDRT bukan hal baru, ini kerap terdengar pada beberapa rumah tangga. Salah satunya yang ramai menjadi perbincangan adalah pasangan selebritas Lesti Kejora yang mengalami KDRT dari sang suami, Rizky Billar.

Kasus keduanya sempat memanas lantaran Lesti melaporkan Rizky ke polisi. Namun, saat sudah ditetapkan sebagai tersangka, Lesti malah memutuskan untuk memaafkan ayah dari Muhammad Leslar Al Fatih Billar itu.

Jalan damai yang dipilih Lesti pun mendapat kecaman dari masyarakat yang semula mendukungnya. Kasus ini pun kemudian membuka pembahasan mendalam akan KDRT dari berbagai perspektif, salah satunya dari kaum Sufi.

Baca juga: Lesti Kejora Maafkan Rizky Billar, Bisakah Pelaku KDRT Jera?

Ka'ab Al Ahbar pernah menyampaikan, "Suami yang sabar menghadapi istri galak, Allah akan memberinya ganjaran senilai pahala yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Ayub AS. Dan istri yang sabar atas perlakuan kasar suaminya ia akan mendapatkan ganjaran senilai pahala yang telah diberikan Allah kepada Asiyah Binti Muzahim (istri Fir'aun)."

Pemerhati sosial budaya dan kajian Islam, Sodikin Masrukin SAg, melihat hal ini dari perspektif kaum Sufi dalam menyikapi perilaku KDRT secara jernih, dilihat dari sisi positif.

"Jadi, tidak serta-merta kemudian melihat dari sisi negatif. Disebutkan bahwa seorang istri yang sabar terhadap kekerasan fisik maupun kekerasan verbal yang dilakukan oleh suami maka ia akan mendapatkan pahala sebagaimana istri Firaun. Begitupun suami yang sabar pahala yang diterima setara dengan Nabi Ayub AS," ujar Sodikin dalam YouTube Jernih Hati TV, dikutip Selasa (8/11/2022).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
kdrt sufi sabar hati lembut memaafkan
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya