Niat Awal jadi Pastor, Arnold Al Gonzaga Putuskan untuk Bersyahadat
Hasanah syakim
Rabu, 09 November 2022 - 09:00 WIB
Niat Awal jadi Pastor, Arnold Al Gonzaga Putuskan untuk Bersyahadat. Foto: Istimewa.
Abdurrahman Al Gonzaga dengan nama asli Arnold Al Gonzaga merupakan seorang muallaf asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia menceritakan kisah perjalanan hidupnya hingga akhirnya mendapatkan hidayah dari Allah Ta'ala untuk menjadi seorang muslim.
Arnold menjelaskan, pada awalnya dia datang ke Kota Yogyakarta untuk belajar menjadi pastor. Saat itu, di tahun 1993 Arnorld menempuh studi calon pastor di Seminari Tinggi Misionaris Keluarga Kudus.
Setelah hampir dua tahun menempuh pendidikan tersebut, Arnorld mulai merasa bahwa itu bukanlah tempatnya. Dia juga menilai bahwa syarat tidak boleh menikah untuk menjadi pastor adalah hal yang berat baginya yang ketika itu masih berusia 20-an.
"Setelah dua tahun saya kemudian merasa kalau itu bukanlah tempat saya karena untuk menjadi pastor itu berat. Tidak boleh menikah sehingga saya takut kalau saya bisa jadi terlibat sesuatu," kata Arnold dalam tayangan YouTube Dondy Tan, dikutip Rabu (9/11/2022).
Baca Juga:Masjid Cambridge Mualafkan 86 Orang Sejak Januari 2022
Menurut Arnold, jika keputusan tersebut terus dijalani maka keputusan itu harus dipertanggungjawabkan, sehingga setelah dua tahun menempuh pendidikan calon pastur Arnold memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena alasan tadi. "Akan tetapi kondisi tersebut dapat dipahami kedua orang tua saya, karena saya sendiri yang paling tahu kenapa memutuskan tidak melanjutkan," tuturnya.
Lebih lanjut, Arnold menyampaikan setelah keluar dari pendidikan itu, dia memilih untuk indekos masih di daerah Yogyakarta, tepatnya di Kampung Leles dan memilih tidak langsung pulang ke NTT. "Waktu itu saya tidak terpikirkan untuk pulang ke Kupang dan mau tinggal di Jogja saja," katanya.
Arnold menjelaskan, pada awalnya dia datang ke Kota Yogyakarta untuk belajar menjadi pastor. Saat itu, di tahun 1993 Arnorld menempuh studi calon pastor di Seminari Tinggi Misionaris Keluarga Kudus.
Setelah hampir dua tahun menempuh pendidikan tersebut, Arnorld mulai merasa bahwa itu bukanlah tempatnya. Dia juga menilai bahwa syarat tidak boleh menikah untuk menjadi pastor adalah hal yang berat baginya yang ketika itu masih berusia 20-an.
"Setelah dua tahun saya kemudian merasa kalau itu bukanlah tempat saya karena untuk menjadi pastor itu berat. Tidak boleh menikah sehingga saya takut kalau saya bisa jadi terlibat sesuatu," kata Arnold dalam tayangan YouTube Dondy Tan, dikutip Rabu (9/11/2022).
Baca Juga:Masjid Cambridge Mualafkan 86 Orang Sejak Januari 2022
Menurut Arnold, jika keputusan tersebut terus dijalani maka keputusan itu harus dipertanggungjawabkan, sehingga setelah dua tahun menempuh pendidikan calon pastur Arnold memutuskan untuk tidak melanjutkannya karena alasan tadi. "Akan tetapi kondisi tersebut dapat dipahami kedua orang tua saya, karena saya sendiri yang paling tahu kenapa memutuskan tidak melanjutkan," tuturnya.
Lebih lanjut, Arnold menyampaikan setelah keluar dari pendidikan itu, dia memilih untuk indekos masih di daerah Yogyakarta, tepatnya di Kampung Leles dan memilih tidak langsung pulang ke NTT. "Waktu itu saya tidak terpikirkan untuk pulang ke Kupang dan mau tinggal di Jogja saja," katanya.