home masjid

Masjid Cocok Jadi Lokomotif Sosialisasi Penanggulangan Covid-19

Rabu, 07 Juli 2021 - 10:06 WIB
Masjid Agung Al Falah Jambi. Foto: Istimewa
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta ulama menjadikan masjid sebagai lokomotif penyadaran masyarakat terkait urgensi gerakan bersama menanggulangi Covid-19. Pandemi bisa menjadi momentum menunjukkan keindahan ajaran Islam.

Ketua MUI Kiai Haji (KH) Miftachul Akhyar mengatakan, masjid bisa menjadi pusat sosialisasi penanggulangan Covid-19 seperti ajakan menegakkan disiplin penegakan protokol kesehatan. Masyarakat bisa diedukasi untuk memakai masker, menjaga jarak antarjamaah, mencuci tangan dan rutin tes suhu tubuh sebelum masuk masjid, membawa alat ibadah dari rumah, dan mempersingkat setiap amalan ibadah di masjid.

Selain itu, masjid bisa menjadi pelopor lahirnya solidaritas umat untuk saling menjaga dan membantu. Miftachul mencontohkan, masjid bisa digukana untuk mengkoordinasikan donasi ke lingkungan sekitar yang terdampak Covid-19.



"Sehingga kebutuhan harian anggota masyarakat yang terkena Covid-19 bisa terpenuhi, termasuk masyarakat yang sedang melaksanakan isolasi mandiri. Melalui masjid, kita gerakkan semangat saling bantu memenuhi kebutuhan pokok untuk yang kurang mampu," kata Miftachul, dilansir dari laman resmi MUI, Rabu (7/7/2021).

Dia meminta ulama yang tinggal di daerah penyebaran Covid-19 tinggi untuk menghentikan sementara aktivitas peribadatan massal di masjid. Itu guna menghindari kerumunan. Aktivitas ibadah dalam jumlah besar bisa kembali digelar jika situasi dan kondisi sudah betul-betul terkendali.

Ajakan itu sejalan dengan isi Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
masjid covid-19 mui vaksin covid-19 miftachul akhyar
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya