PBB Klaim Populasi Manusia di Dunia Tembus 8 Miliar dan Terus Bertambah
Ummu hani
Kamis, 10 November 2022 - 16:10 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan jumlah manusia di dunia tembus angka 8 miliar pada Hari Populasi, 15 November 2022. Menurut Prospek Populasi Dunia 2022, India diproyeksikan akan melampaui China sebagai negara terpadat di dunia pada 2023.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres mengatakan, ini menjadi tonggak sejarah di mana pertumbuhan manusia berkembang pesat. "Ini adalah kesempatan untuk merayakan keragaman kita, mengakui kemanusiaan kita bersama, dan mengagumi kemajuan dalam kesehatan yang telah memperpanjang rentang hidup dan secara dramatis mengurangi tingkat kematian ibu dan anak," kata Guterres dikutip dari laman resmi PBB, Kamis (10/11/2022).
Guterres menilai pertumbuhan populasi sebagai pengingat tanggung jawab bersama untuk merawat Bumi. Selain itu juga sebagai momen merenungkan diri karena masih gagal memenuhi komitmen.
Baca Juga:185 Negara Anggota PBB Minta AS Cabut Embargo terhadap Kuba
Menurut proyeksi terbaru oleh PBB, populasi dunia dapat tumbuh menjadi sekitar 8,5 miliar pada 2030 dan 9,7 miliar saat 2050. PBB juga memperkirakan populasi bisa mencapai puncaknya sekitar 10,4 miliar orang selama 2080-an dan bertahan hingga 2100.
Potensi peningkatan populasi global hingga 2050 akan terkonsentrasi di delapan negara, yakni Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Republik Bersatu Tanzania. Negara-negara Afrika sub-Sahara diperkirakan berkontribusi lebih dari setengah peningkatan populasi yang diantisipasi hingga 2050.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Ekonomi dan Sosial, Liu Zhenmin mengatakan, hubungan antara pertumbuhan penduduk serta pembangunan berkelanjutan kompleks dan multidimensi. Pertumbuhan populasi yang cepat membuat pemberantasan kemiskinan, memerangi kelaparan dan kekurangan gizi, dan meningkatkan cakupan sistem kesehatan dan pendidikan menjadi lebih sulit.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres mengatakan, ini menjadi tonggak sejarah di mana pertumbuhan manusia berkembang pesat. "Ini adalah kesempatan untuk merayakan keragaman kita, mengakui kemanusiaan kita bersama, dan mengagumi kemajuan dalam kesehatan yang telah memperpanjang rentang hidup dan secara dramatis mengurangi tingkat kematian ibu dan anak," kata Guterres dikutip dari laman resmi PBB, Kamis (10/11/2022).
Guterres menilai pertumbuhan populasi sebagai pengingat tanggung jawab bersama untuk merawat Bumi. Selain itu juga sebagai momen merenungkan diri karena masih gagal memenuhi komitmen.
Baca Juga:185 Negara Anggota PBB Minta AS Cabut Embargo terhadap Kuba
Menurut proyeksi terbaru oleh PBB, populasi dunia dapat tumbuh menjadi sekitar 8,5 miliar pada 2030 dan 9,7 miliar saat 2050. PBB juga memperkirakan populasi bisa mencapai puncaknya sekitar 10,4 miliar orang selama 2080-an dan bertahan hingga 2100.
Potensi peningkatan populasi global hingga 2050 akan terkonsentrasi di delapan negara, yakni Republik Demokratik Kongo, Mesir, Ethiopia, India, Nigeria, Pakistan, Filipina, dan Republik Bersatu Tanzania. Negara-negara Afrika sub-Sahara diperkirakan berkontribusi lebih dari setengah peningkatan populasi yang diantisipasi hingga 2050.
Wakil Sekretaris Jenderal PBB Urusan Ekonomi dan Sosial, Liu Zhenmin mengatakan, hubungan antara pertumbuhan penduduk serta pembangunan berkelanjutan kompleks dan multidimensi. Pertumbuhan populasi yang cepat membuat pemberantasan kemiskinan, memerangi kelaparan dan kekurangan gizi, dan meningkatkan cakupan sistem kesehatan dan pendidikan menjadi lebih sulit.