Meta Umumkan PHK Massal, 11.000 Karyawan Terdampak
Ummu hani
Kamis, 10 November 2022 - 18:24 WIB
Kantor Pusat Meta Eropa di Grand Canal Square, Dublin. (Foto: Langit7.id/iStock)
Perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta, memastikan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap 13 persen atau 11.000 karyawannya secara global. Kabar ini diumumkan langsung oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg dalam pernyataan resminya yang dirilis di laman Blog Meta (About FB).
"Saya mengumumkan perubahan tersulit yang kami buat dalam sejarah Meta. Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami dan membiarkan karyawan berbakat kami pergi," kata Zuckerberg, dikutip Langit7.id dari About Meta, Kamis (10/11/2022).
"Kami juga mengambil sejumlah langkah tambahan untuk menjadi perusahaan yang lebih ramping dan efisien, dengan memotong pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan kami hingga Q1," ucapnya.
Baca Juga:Twitter hingga Microsoft, Ini 5 Raksasa Teknologi Dunia yang PHK Massal Karyawan
Selain PHK massal, Zuckerberg juga bakal mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya operasional. Menurutnya, keputusan PHK karyawan dilakukan karena investasi besar Meta sejak awal pandemi tidak sesuai ekspektasi perusahaan.
"Sayangnya, ini tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Perdagangan online tidak hanya kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan makroekonomi, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan. Saya salah paham, dan saya bertanggung jawab untuk itu," ungkap Zuckerberg.
Hingga kini, tak sedikit perusahaan menghemat untuk tidak beriklan di tengah ekonomi global yang buruk. Pendapatan Meta pun menurun drastis.
"Saya mengumumkan perubahan tersulit yang kami buat dalam sejarah Meta. Saya telah memutuskan untuk mengurangi ukuran tim kami dan membiarkan karyawan berbakat kami pergi," kata Zuckerberg, dikutip Langit7.id dari About Meta, Kamis (10/11/2022).
"Kami juga mengambil sejumlah langkah tambahan untuk menjadi perusahaan yang lebih ramping dan efisien, dengan memotong pengeluaran diskresioner dan memperpanjang pembekuan perekrutan kami hingga Q1," ucapnya.
Baca Juga:Twitter hingga Microsoft, Ini 5 Raksasa Teknologi Dunia yang PHK Massal Karyawan
Selain PHK massal, Zuckerberg juga bakal mengeluarkan kebijakan baru terkait biaya operasional. Menurutnya, keputusan PHK karyawan dilakukan karena investasi besar Meta sejak awal pandemi tidak sesuai ekspektasi perusahaan.
"Sayangnya, ini tidak berjalan seperti yang saya harapkan. Perdagangan online tidak hanya kembali ke tren sebelumnya, tetapi penurunan makroekonomi, meningkatnya persaingan, dan hilangnya sinyal iklan telah menyebabkan pendapatan kami jauh lebih rendah dari yang saya harapkan. Saya salah paham, dan saya bertanggung jawab untuk itu," ungkap Zuckerberg.
Hingga kini, tak sedikit perusahaan menghemat untuk tidak beriklan di tengah ekonomi global yang buruk. Pendapatan Meta pun menurun drastis.