home sports

Kisah Inspiratif Atlet Mo Farah, Sempat Dijual Sebagai ART di Inggris

Kamis, 10 November 2022 - 20:07 WIB
Mo Farah. Foto: Instagram/@gomofarah.
Di balik kesuksesannya sebagai atlet lari, Hussein Abdi Kahin atau Mo Farah menyimpan kepahitan dalam hidupnya. Jauh sebelum dirinya meraih medali emas di Olimpiade 2012, untuk trek 5.000 meter dan 10.000 meter, Mo Farah pernah menjadi korban perdagangan manusia.

Saat itu, pria kelahiran Somalia, 23 Maret 1983, baru berusia 9 tahun. Dikirim dari Djibouti ke London, Mo Farah dijual dan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga keluarga Inggris.

Baca juga: Kisah Ramla Ali dari Pengungsi Somalia, Korban Bullying, hingga Atlet Tinju

Pengalaman hidupnya ini kemudian diangkat ke dalam film dokumenter berjudul "The Real Mo Farah".

“Jika bukan karena dukungan Alan (guru pendidikan jasmani saya) serta orang-orang yang mendukung semasa saya masih kecil, mungkin saya tidak akan memiliki keberanian untuk melewati permasalahan yang ada dan melakukan hal semua ini” kata Mo Farah dalam sebuah wawancara bersama BBC Radio.

“Sudah banyak orang yang telah membantu, khususnya istri saya. Dia selalu mendukung karir saya dan selalu memberikan kekuatan dan meyakinkan untuk menceritakan peristiwa buruk yang pernah saya alami,” lanjutnya.

Menurut Mo Farah, film itu menceritakan perjalanan hidupnya hingga meraih posisi seperti saat ini. Dia mengaku tidak nyaman saat membicarakan hal itu pada keluarganya, terlebih pada masyarakat luas.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
sosok muslim atlet somalia mo farah perdagangan manusia
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya