Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home sports detail berita

Kisah Inspiratif Atlet Mo Farah, Sempat Dijual Sebagai ART di Inggris

nursalam Kamis, 10 November 2022 - 20:07 WIB
Kisah Inspiratif Atlet Mo Farah, Sempat Dijual Sebagai ART di Inggris
Mo Farah. Foto: Instagram/@gomofarah.
LANGIT7.ID - , Jakarta - Di balik kesuksesannya sebagai atlet lari, Hussein Abdi Kahin atau Mo Farah menyimpan kepahitan dalam hidupnya. Jauh sebelum dirinya meraih medali emas di Olimpiade 2012, untuk trek 5.000 meter dan 10.000 meter, Mo Farah pernah menjadi korban perdagangan manusia.

Saat itu, pria kelahiran Somalia, 23 Maret 1983, baru berusia 9 tahun. Dikirim dari Djibouti ke London, Mo Farah dijual dan dipekerjakan sebagai asisten rumah tangga keluarga Inggris.

Baca juga: Kisah Ramla Ali dari Pengungsi Somalia, Korban Bullying, hingga Atlet Tinju

Pengalaman hidupnya ini kemudian diangkat ke dalam film dokumenter berjudul "The Real Mo Farah".

“Jika bukan karena dukungan Alan (guru pendidikan jasmani saya) serta orang-orang yang mendukung semasa saya masih kecil, mungkin saya tidak akan memiliki keberanian untuk melewati permasalahan yang ada dan melakukan hal semua ini” kata Mo Farah dalam sebuah wawancara bersama BBC Radio.

“Sudah banyak orang yang telah membantu, khususnya istri saya. Dia selalu mendukung karir saya dan selalu memberikan kekuatan dan meyakinkan untuk menceritakan peristiwa buruk yang pernah saya alami,” lanjutnya.

Menurut Mo Farah, film itu menceritakan perjalanan hidupnya hingga meraih posisi seperti saat ini. Dia mengaku tidak nyaman saat membicarakan hal itu pada keluarganya, terlebih pada masyarakat luas.

“Butuh waktu yang lama untuk mencapai semuanya, tetapi saya sangat senang ketika telah membuat film dokumenter ini. Film ini dapat menunjukkan kepada orang-orang tentang kenyataan apa yang terjadi ketika saya masih seorang anak kecil,” kisah Mo Farah.

Baca juga: Cerita Sukses Youtuber Muslim Inggris-Somalia, Chunkz: Langit Adalah Batasku

Sebelum mengungkapkan kisah dirinya, Mo Farah mengaku takut akan kehilangan kewarganegaraannya. Sebab, saat itu berbarengan dengan kebijakan imigrasi di negara tersebut.

Departemen imigrasi Inggris, mengatakan ada pihak BBC News bahwa pemerintah tidak akan menyelidik Mo Farah, terkait perdagangan dirinya.

Menanggapi itu, wartawan The Independent, Harriet Williamson, mengatakan keputusan yang dibuat pemerintah Inggris itu sangat murah hati.

Menurut Williamson, semestinya tidak ada korban yang harus dihukum karena kejahatan yang menimpa mereka, seperti Mo Farah.

“Akan tetapi kita tinggal di Inggris dan sudah memasuki tahun 2022, serta pengungkapan Mo Farah seharusnya memaksa kita sebagai masyarakat negara ini untuk lebih menjaga sikap ketika menghadapi orang-orang yang berdatangan ke negara ini sebagai pengungsi, imigran atau korban perdagangan manusia," lanjut Williamson, menukil The Khasmir Monitor. Kamis (10/11/2022).

Film autobiografi Mo Farah ditayangkan setelah pemerintah Inggris memberlakukan skema deportasi Rwanda. Skema tersebut dinilai kontroversial bagi kelompok imigran, meskipun sudah terlepas dari status imigrasi.

Baca juga: Catat Sejarah, Politisi Muslim AS-Somalia Ini Masuk dalam Pemerintahan Biden

Terlepas dari apa yang dilakukan oleh pemerintah Inggris mengenai undang-undang imigrasi, kisah “Hollywood” mengenai Mo Farah memungkinkan para pemangku kepentingan berhenti sejenak untuk membahas hal tersebut.

Seorang jurnalis Jim White, yang mengenal baik sosok Mo, mengungkapkan bahwa tidak semua yang direfleksikan dari atlet lari itu tidak semuanya positif.

“Ada satu kenyataan menyedihkan. Bayangkan berapa anak di luar sana mengalami situasi yang sama dengan yang dia alami? Mereka dieksploitasi melalui perbudakan modern. Namun sayangnya, kenyataan ini tidak sebanding dengan nasib yang diterima oleh sang juara empat kali dalam kompetisi Olimpiade,” lanjutnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)