LANGIT7.ID - , Jakarta - Hamse Warfa mencetak sejarah sebagai muslim AS-Somalia pertama yang bergabung dalam pemerintahan Presiden Joe Biden, pekan ini.
“Penerimaan saya atas peran ini adalah sebagai tanggapan langsung terhadap seruan Presiden Biden untuk bertindak melindungi dan mempromosikan demokrasi,” kata Warfa seperti dikutip dari ABC News, Selasa (18/1/2022).
Warfa adalah Deputi Komisaris Pengembangan Tenaga Kerja di Departemen Ketenagakerjaan dan Pembangunan Ekonomi (DEED). Akhir Januari ini, ia akan mengambil peran sebagai penasihat senior Departemen Luar Negeri untuk keamanan sipil, demokrasi, dan hak asasi manusia.
Baca juga: Jalan Kemanusiaan Ozil, Muslim Taat dari Lapangan Hijau EropaPosisi tersebut menugaskan Warfa untuk membantu mengembangkan strategi untuk melindungi dan mempromosikan demokrasi di dalam dan luar negeri.
Warfa menulis cuitan di akun Twitter pribadinya bahwa dirinya “bersemangat dan sangat siap untuk bekerja bersama dengan pegawai negeri yang luar biasa dalam pemerintahan Biden-Harris.”
Siapa Hamse Warfa?
Warfa lahir di Mogadishu, Somalia. Keluarganya melarikan diri dari perang saudara Somalia dan pindah ke Kenya, di mana mereka tinggal di kamp-kamp pengungsi hingga akhirnya dia pindah ke AS.
Diangkat pada April 2019, Wakil Komisaris Warfa adalah imigran Afrika peringkat tertinggi di Negara Bagian Minnesota.
Selama masa jabatannya di pemerintahan Minnesota, dia “berhasil mengadvokasi tagihan pekerjaan terbesar dalam sejarah negara bagian, menyediakan pelatihan tenaga kerja untuk pemuda dan orang dewasa,” menurut departemennya.
Dia menjabat sebagai penasihat ekonomi untuk kampanye Biden, membantu mengembangkan rencana pemerintah untuk membalikkan larangan Muslim dan meningkatkan jumlah penerimaan pengungsi.
"Ketika kita berbicara tentang demokrasi, saya ingin memastikan bahwa kita berbicara tentang demokrasi inklusif," kata Warfa. "Saya ingin membawa pengalaman hidup dan profesionalitas saya untuk membantu pemerintah memperluas akses kepada mereka yang terpengaruh oleh kebijakan dan tindakan pemerintah."
Baca juga: Bakar Semangat di Masa Pandemi, Guru Muslim Kirim Surat ke 80 Murid"Saya ingin melihat Amerika hidup melalui cita-citanya dalam membangun demokrasi multietnis dan multiras yang melindungi semua orang," kata Warfa. "Saya berharap orang-orang melihat dalam contoh saya, dari kamp pengungsi hingga mewakili Amerika, harapan akan demokrasi dan nilai voting dan suara semua orang."
Dengan pencapaiannya tersebut, Warfa kini bergabung dengan deretan Muslim Amerika Somalia yang sukses di karir politik. Sebelumnya ada Ilhan Omar yang membuat sejarah pada tahun 2018 ketika ia menjadi orang Somalia-Amerika pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.
Kemudian Muslim Amerika Somalia Deqa Dhalac juga membuat sejarah pada Desember 2021 setelah terpilih sebagai walikota kota terbesar keempat di Maine, tiga tahun setelah terpilih menjadi dewan kota.
(est)