LANGIT7.ID, Jakarta - Nama Mesut Özil akhir-akhir ini santer menjadi pembicaraan publik Indonesia. Tak hanya dikenal sebagai muslim taat, pemain sepakbola berpaspor Jerman itu juga merupakan sosok dermawan dan vokal terhadap isu-isu kemanusiaan.
Di sisi lain, punggawa Fenerbahce yang menjadi incaran Raffi Ahmad untuk RANS Cilegon FC itu sering memperlihatkan sisi religius. Ia selalu menengadahkan kedua tangan, tanda berdoa kepada Allah Ta'ala, beberapa detik menjelang pertandingan berlangsung.
"Saya selalu membaca Al-Qur'an sebelum masuk ke lapangan. Ini benar-benar membantu saya tetap fokus. Saya berdoa, dan teman-teman saya yang tahu itu tidak akan berbicara kepada saya selama periode tersebut," kata Özil, dikutip
Daily Star, Sabtu (15/1/2022).
Özil memang sangat percaya kekuatan doa. Ia pernah ditanya oleh salah satu netizen tentang kebiasaannya berdoa sebelum bertanding. Ia menyebut doa menjadi salah satu senjata ampuh keluar dari kesulitan.
"Ini (berdoa) banyak membantu saya selama masa-masa sulit. Saya berdoa sebelum
kick off pertandingan. Doa itu saja tujukan untuk saya dan rekan setim saya, supaya semua tetap sehat," kata Özil melalui akun
Twitter-nya.
Pria kelahiran Gelsekirchen itu memang sangat cinta dengan Islam. Tak sedikit unggahan Özil di media sosial yang menunjukkan kedekatan dengan Islam. Berdoa dan bersyukur seperti magnet yang sudah melekat pada diri pria kelahiran 15 Oktober 1988 itu.
Selain berdoa, mantan gelandang serang Real Madrid dan Arsenal itu juga sering bersujud di tengah lapangan setelah mencetak gol. Selebrasi sujud sangat fenomenal bagi pesepakbola muslim di Eropa.
Sebelum pandemi Covid-19, Özil yang keturunan Turki itu juga rutin beribadah umrah. Ia kerap membagikan momen umrah tersebut melalui media sosial. Salah satunya ketika melihat Kiswah atau penutup Ka'bah.
"Sebuah kehormatan dan keistimewaan memiliki bagian khusus dari Kiswah yang menutup Ka'bah di Makkah di rumah saya di London," kata Özil.
Bangga Jadi Seorang MuslimÖzil menggunakan akun
Instagram-nya untuk menyatakan cintanya kepada Islam. Dia selalu mengajak penggemar dan umat muslim di seluruh dunia untuk melucuti ketakutan mempraktikkan ajaran Islam dan kebaikan.
"Saya adalah seorang muslim. Saya seorang muslim. Saya akan menjadi seorang muslim. Saya akan mati insya Allah sebagai seorang muslim dan saya bangga menjadi seorang muslim," tulis Özil melalui akun
Instagram-nya pada 9 April 2021.
Kecintaan Özil kepada Islam selalu dibuktikan dengan amal shaleh. Ia dikenal sebagai pesepakbola yang gemar beramal. Saat corona marak di berbagai belahan dunia, Özil bersama dua bintang Chelsea, N'golo Kante dan Antonio Rudiger, memberikan bantuan berupa 60 ribu masker ke negara dengan mayoritas penduduk muslim, Sierra Leone, dalam mengatasi corona.
Pembela Hak-hak MuslimPada 2019 lalu, mantan Pemain Timnas Jerman itu terpilih sebagai salah satu tokoh muslim terbaik. Majalah
Muslim News Nigeria menobatkan Özil sebagai muslim terbaik keturunan Turki dari Jerman.
Media terbesar di Nigeria itu menyatakan, Özil diberi gelar tersebut karena telah membela hak-hak umat Islam di seluruh dunia. Meski begitu, perjuangan Özil menegakkan Islam tidak selalu mulus.
Özil bahkan pernah diseret ke pusaran kontroversi karena membela kaum muslimin di Uighur, China pada pertengahan Desember 2019. Ia menyebut muslim Uighur sebagai Turkistan Timur.
Sikap demikian mencerminkan bahwa Özil merupakan pejuang Islam dari lapangan Hijau. Dari perjuangan itu, ia menuai reaksi dari pemerintah China. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, mengklaim itu berita bohong dan seharusnya datang ke Xinjiang dengan melihat apa yang ada di sana.
Dengan perjuangan tersebut, Özil sampai tidak dimasukkan ke skuad Arsenal. Bahkan karakter Özil dihilangkan dari game
Pro Evolution Soccer yang beredar di China.
(jqf)