Jokowi Ajak Pemimpin ASEAN Plus Three Bersinergi Hadapi Krisis Global
Hasanah syakim
Sabtu, 12 November 2022 - 19:06 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo(Jokowi) mengajak para pemimpin ASEAN Plus Three (APT) bekerja sama menghadapi krisis global saat ini. Hal tersebut disampaikan Jokowi dalam KTT yang beranggotakan pemimpin ASEAN, pemimpin Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Jepang, dan Korea.
Menurut Jokowi, APT dapat menjadi penyelamat dari krisis keuangan global 2008. Solidaritas dan kerja sama itulah yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan.
"Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini," kata Jokowi dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2022).
Baca Juga:Resesi di Depan Mata, SBY Ungkap Cara Menghadapinya
Jokowi mengatakan APT harus fokus setidaknya terhadap tiga isu utama. Mulai dari krisis pangan, resesi ekonomi, serta stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.
"Pertama, krisis pangan harus dihindari. Mekanisme ketahanan pangan kawasan harus diperkuat, dan cadangan beras darurat APT harus ditingkatkan," ujarnya.
Selain itu, teknologi produksi beras berkelanjutan mutlak diperlukan. Kapasitas produksi pun harus diintegrasikan dengan sistem logistik anggota APT demi amankan rantai pasok dan stabilkan harga beras.
Menurut Jokowi, APT dapat menjadi penyelamat dari krisis keuangan global 2008. Solidaritas dan kerja sama itulah yang membuat ekonomi kawasan mampu bertahan.
"Sekarang kita kembali diuji dengan krisis global yang lebih dahsyat. Saya sangat percaya dengan spirit yang sama kita mampu menghadapi krisis saat ini," kata Jokowi dalam keterangannya, Sabtu (12/11/2022).
Baca Juga:Resesi di Depan Mata, SBY Ungkap Cara Menghadapinya
Jokowi mengatakan APT harus fokus setidaknya terhadap tiga isu utama. Mulai dari krisis pangan, resesi ekonomi, serta stabilitas keamanan dan perdamaian kawasan.
"Pertama, krisis pangan harus dihindari. Mekanisme ketahanan pangan kawasan harus diperkuat, dan cadangan beras darurat APT harus ditingkatkan," ujarnya.
Selain itu, teknologi produksi beras berkelanjutan mutlak diperlukan. Kapasitas produksi pun harus diintegrasikan dengan sistem logistik anggota APT demi amankan rantai pasok dan stabilkan harga beras.