Populasi Manusia Menuju 8 Miliar, Ancam Tatanan Ekosistem
Ummu hani
Senin, 14 November 2022 - 15:50 WIB
Kerumunan orang berjalan di jalur penyeberangan Kota Sydney, Australia. (Foto: Langit7.id/iStock)
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan jumlah manusia di dunia tembus angka 8 miliar pada Hari Populasi, 15 November 2022. Pertumbuhan ini dinilai berdampak pada sistem Bumi dalam berbagai hal, termasuk sumber daya alam dan penyebaran penyakit di dunia.
Melansir dari UGC Berkerley, Senin (14/11/2022), penambahan populasi manusia dapat meningkatkan ekstraksi sumber daya dari lingkungan. Sumber daya ini termasuk bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batu bara), mineral, pohon, air, serta satwa liar, terutama di lautan.
Proses menghilangkan sumber daya melepaskan polutan dan limbah yang mengurangi kualitas udara maupun air.Sehingga membahayakan kesehatan makhluk hidup.
Baca Juga:Sesuai Hadist Nabi SAW, Populasi Umat Islam akan Dominasi Dunia
Jika populasi terus bertambah maka juga meningkatkan penggunaan air tawar untuk minum, pertanian, rekreasi, dan proses industri. Air tawar diekstraksi dari danau, sungai, tanah, dan waduk buatan manusia. Hal tersebut menimbulkan dampak ekologis terhadap lingkungan.
Hutan dan habitat lainnya terganggu lantaran digunakan untuk membangun daerah perkotaan. Salah satunya termasuk pembangunan rumah, gedung, dan jalan demi mengakomodasi pertumbuhan populasi.
Seiring bertambahnya populasi, akan lebih banyak lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian, seperti menanam tanaman dan mendukung ternak. Hal tersebut dapat mengurangi populasi spesies, rentang geografis, keanekaragaman hayati, dan mengubah interaksi antar organisme.
Melansir dari UGC Berkerley, Senin (14/11/2022), penambahan populasi manusia dapat meningkatkan ekstraksi sumber daya dari lingkungan. Sumber daya ini termasuk bahan bakar fosil (minyak, gas, dan batu bara), mineral, pohon, air, serta satwa liar, terutama di lautan.
Proses menghilangkan sumber daya melepaskan polutan dan limbah yang mengurangi kualitas udara maupun air.Sehingga membahayakan kesehatan makhluk hidup.
Baca Juga:Sesuai Hadist Nabi SAW, Populasi Umat Islam akan Dominasi Dunia
Jika populasi terus bertambah maka juga meningkatkan penggunaan air tawar untuk minum, pertanian, rekreasi, dan proses industri. Air tawar diekstraksi dari danau, sungai, tanah, dan waduk buatan manusia. Hal tersebut menimbulkan dampak ekologis terhadap lingkungan.
Hutan dan habitat lainnya terganggu lantaran digunakan untuk membangun daerah perkotaan. Salah satunya termasuk pembangunan rumah, gedung, dan jalan demi mengakomodasi pertumbuhan populasi.
Seiring bertambahnya populasi, akan lebih banyak lahan yang digunakan untuk kegiatan pertanian, seperti menanam tanaman dan mendukung ternak. Hal tersebut dapat mengurangi populasi spesies, rentang geografis, keanekaragaman hayati, dan mengubah interaksi antar organisme.