home global news

Eddy Soeparno: Setelah Lahirkan PAN, Politik Muhammadiyah Harus Dilanjutkan

Selasa, 15 November 2022 - 16:20 WIB
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno dalam diskusi Road to Muktamar Muhammadiyah: Suksesi Kepemimpinan 2024, di PP Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (15/11/2022) (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno, mengatakan, PAN tidak bisa dilepaskan dariMuhammadiyah. Partai berlambang matahari putih itu lahir melalui Tanwir Muhammadiyah di Semarang pada 1998.

“Kita sudah tahu semua, PAN lahir dari rahim Muhammadiyah. Itu adalah fakta sejarah yang tidak bisa kita pungkiri. Dalam hal ini, tidak lama kita lihat bahwa setelah rezim orde baru tumbang, di dalam tanwir Muhammadiyah di Semarang Juli 1998 PAN lahir,” kata Eddy dalam diskusi Road to Muktamar: Suksesi Kepemimpinan 2024 di Gedung Muhammadiyah, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Atas dasar itu, Eddy merekomendasikan agar Muhammadiyah memasukan politik gagasan sebagai salah satu isu strategis Muktamar ke-48 di Solo. Menurut dia, politik gagasan bisa mengurangi dampak negatif politik identitas seperti yang terjadi pada Pemilu 2019.



Baca Juga: PAN Sebut Peta Politik Umat Islam Penting di Pemilu 2024



“Kita di PAN ingin mendahulukan politik gagasan untuk mencegah dampak negatif politik identitas. Tentu kita sudah tahu akibatnya, 2019 kita rasakan dalam sekali akibatnya. Elitnya sudah akur, tetapi di bawah masih terbelah,” ujar Eddy.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah partai amanat nasional eddy soeparno
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya