home global news

Rektor UMJ Keluhkan Suara Muhammadiyah Sering Tak Didengar Negara

Rabu, 16 November 2022 - 23:00 WIB
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Mamun Murod (foto: LANGIT7.ID/Muhajirin)
Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Dr. Ma’mun Murod, menilai posisi Muhammadiyah di dunia politik Indonesia adalah sebagai muazin. Organisasi yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu bertugas mengingatkan politikus agar berpolitik secara sehat.

“Muhammadiyah itu tugasnya muazin, menyeru agar politik uang tidak ada, politik tidak berbiaya mahal, oligarki ekonomi dan politik ditekan sedemikian rupa. Itu kan suara-suara muadzin,” kata Ma’mun dalam diskusi Road to Muktamar: Suksesi Kepemimpinan 2024 di Kantor PP Muhammadiyah, Selasa (15/11/2022).

Kendati berprofesi sebagai muazin, Ma’mun menyebut suara Muhammadiyah saat ini mulai tak didengarkan para pemegang kunci kebijakan. Sebab, yang menjadi imam tetap Istana dan Senayan (Eksekutif dan Legislatif).

Baca Juga:Muhammadiyah Undang PDIP, PAN, dan PPP Jelang Muktamar

“Tapi kemudian ujungnya nanti ada di Senayan. Imamnya ada Istana dan Senayan,” kata Ma’mun.

Ma’mun mengatakan, salah satu penyebab suara Muhammadiyah kurang berpengaruh, karena saat ini sudah memasuki era partai politik. Partai politik yang menjadi pemegang kunci kebijakan publik.

“Sekarang kan era partai politik, jadi tidak suara-suara ormas seperti Muhammadiyah dan NU tidak terlalu didengar. Berapa banyak persoalan suara-suara Muhammadiyah dan NU relatif tidak didengar,” ucap Ma’mun.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
muhammadiyah partai politik aspirasi kebijakan ma'mun murod
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya