Kiai: Masyarakat Indonesia Jangan Lupakan Kemerdekaan Palestina
Ahmad zuhdi
Kamis, 19 Agustus 2021 - 16:56 WIB
Seorang wanita Palestina menghadapi polisi Israel selama bentrokan pada Hari Nakba di Gerbang Damaskus, Yerusalem Timur, 15 Mei 2013. Foto: Langit7.id/iStock
Sebagai bangsa yang merdeka, masyarakat Indonesia hendaknya tidak melupakan Palestina dan bangsa-bangsa lain yang masih terjajah agar dapat segera dibebaskan dari kezhaliman. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat, Dr Kiai Haji (KH) Zaitun Rasmin.
"Bangsa Indonesia yang sebagian besar rakyatnya muslim, tidak boleh melupakan Palestina dan bangsa-bangsa lainnya yang masih dijajah. Karena selain bakti kita untuk melaksanakan amanah dari para pahlawan, membebaskan saudara-saudara kita di negara lain yang terjajah merupakan bukti ketaatan kepada ajaran agama," kata KH Zaitun dikutip laman resmi MUI, Kamis (18/8/2021).
Baca Juga:Pembatasan Ibadah di Masjid, MUI: Bikin Ulama Dilema
Khususnya,kata dia, pada Hadits Riwayat Bukhari nomor 2.444, memerintahkan setiap kita untuk membebaskan orang lain dari segala bentuk kezhaliman. "Dan penjajahan merupakan salah satu bentuk kezhaliman terberat kepada sesama umat manusia,"ungkap mantan dosen Islamic University of Tokyo itu.
KH Zaitun menjelaskan, sejak Proklamasi 1945, Bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan bangsa asing yang cengkeramannya dirasakan para pahlawan. Beratnya penderitaan dijajah, membuat mereka memiliki kepedulian kepada bangsa-bangsa lain yang juga sama-sama mengalami penjajahan, sehingga mereka berwasiat kepada anak cucu generasi selanjutnya, untuk tidak pernah melupakan bangsa-bangsa lain yang belum dibebaskan, salah satunya Palestina.
"Bangsa yang dijajah tidak akan mampu mendapatkan hak-hak pribadi maupun kolektif warganya, bahkan hak-hak asasi mereka juga sulit diterima, seperti bangsa Palestina, hak-hak asasi mereka seringkali dilecehkan. Banyak di antara mereka yang diusir dari rumah-rumah dan kampung halamannya dan mereka telah lama dizhalimi," tuturnya.
Baca Juga:
"Bangsa Indonesia yang sebagian besar rakyatnya muslim, tidak boleh melupakan Palestina dan bangsa-bangsa lainnya yang masih dijajah. Karena selain bakti kita untuk melaksanakan amanah dari para pahlawan, membebaskan saudara-saudara kita di negara lain yang terjajah merupakan bukti ketaatan kepada ajaran agama," kata KH Zaitun dikutip laman resmi MUI, Kamis (18/8/2021).
Baca Juga:Pembatasan Ibadah di Masjid, MUI: Bikin Ulama Dilema
Khususnya,kata dia, pada Hadits Riwayat Bukhari nomor 2.444, memerintahkan setiap kita untuk membebaskan orang lain dari segala bentuk kezhaliman. "Dan penjajahan merupakan salah satu bentuk kezhaliman terberat kepada sesama umat manusia,"ungkap mantan dosen Islamic University of Tokyo itu.
KH Zaitun menjelaskan, sejak Proklamasi 1945, Bangsa Indonesia terlepas dari penjajahan bangsa asing yang cengkeramannya dirasakan para pahlawan. Beratnya penderitaan dijajah, membuat mereka memiliki kepedulian kepada bangsa-bangsa lain yang juga sama-sama mengalami penjajahan, sehingga mereka berwasiat kepada anak cucu generasi selanjutnya, untuk tidak pernah melupakan bangsa-bangsa lain yang belum dibebaskan, salah satunya Palestina.
"Bangsa yang dijajah tidak akan mampu mendapatkan hak-hak pribadi maupun kolektif warganya, bahkan hak-hak asasi mereka juga sulit diterima, seperti bangsa Palestina, hak-hak asasi mereka seringkali dilecehkan. Banyak di antara mereka yang diusir dari rumah-rumah dan kampung halamannya dan mereka telah lama dizhalimi," tuturnya.
Baca Juga: