Eduwisata Keraton Solo, Mengenal Warisan Kerajaan Mataram Islam
Mahmuda attar hussein
Ahad, 20 November 2022 - 15:05 WIB
Eduwisata Keraton Solo, Mengenal Warisan Kerajaan Mataram Islam. (Foto: Istimewa).
Keraton Surakarta Hadiningrat atau yang lebih dikenal Keraton Solo merupakan warisan budaya peninggalan Kerajaan Mataram Islam yang cocok untuk eduwisata.
Para pengunjung yang datang ke keraton ini bisa berwisata sekaligus belajar mengenal sejarah. Keraton ini berlokasi di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Tempat bersejarah ini menjadi destinasi wisata andalan Kota Solo. Banyak warisan budaya dari Kerajaan Mataram yang bisa dipelajari di tempat ini.
Seperti gaya arsitektur istana Jawa tradisional yang masih dipertahankan. Selain itu, kompleks bangunan keraton juga masih difungsikan sebagai tempat tinggal raja atau sunan beserta rumah tangganya.
Baca Juga: 3 Objek Wisata Ini Beri Diskon Tiket ke Peserta Muktamar Muhammadiyah
Untuk masuk ke area keraton, pengunjung dikenakan tiket Rp15.000 per orang. Terdapat angkutan khas tradisional seperti becak yang bisa digunakan untuk mengelilingi area kompleks keraton yang cukup luas, dengan biaya Rp50.000.
Selain menjaga sarana transportasi, para tukang becak biasanya akan menceritakan sedikit tradisi masyarakat sekitar.
Para pengunjung yang datang ke keraton ini bisa berwisata sekaligus belajar mengenal sejarah. Keraton ini berlokasi di Jalan Kamandungan, Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Tempat bersejarah ini menjadi destinasi wisata andalan Kota Solo. Banyak warisan budaya dari Kerajaan Mataram yang bisa dipelajari di tempat ini.
Seperti gaya arsitektur istana Jawa tradisional yang masih dipertahankan. Selain itu, kompleks bangunan keraton juga masih difungsikan sebagai tempat tinggal raja atau sunan beserta rumah tangganya.
Baca Juga: 3 Objek Wisata Ini Beri Diskon Tiket ke Peserta Muktamar Muhammadiyah
Untuk masuk ke area keraton, pengunjung dikenakan tiket Rp15.000 per orang. Terdapat angkutan khas tradisional seperti becak yang bisa digunakan untuk mengelilingi area kompleks keraton yang cukup luas, dengan biaya Rp50.000.
Selain menjaga sarana transportasi, para tukang becak biasanya akan menceritakan sedikit tradisi masyarakat sekitar.