Narasi pertikaian Yahudi dan Islam sering kali disempitkan pada konflik agraria dan kedaulatan. Namun, tinjauan historis mengungkap adanya luka akidah yang dalam, membentang jauh sebelum fajar Madinah menyingsing.
Pembangunan Kabah bukan sekadar proyek fisik, melainkan simbol kolaborasi lintas generasi antara Ibrahim dan Ismail. Di atas tumpuan batu, mereka meninggikan tembok rumah Allah sembari melangitkan doa agar amal diterima.
Ibrahim Alaihissalam bukan sekadar bapak ketauhidan, ia adalah peletak dasar tradisi memuliakan tamu. Al-Quran merekam kepiawaiannya menjamu tamu dengan hidangan terbaik sebagai bentuk pengabdian tertinggi.
Kemenangan besar di Mekah menyisakan residu kesombongan dalam barisan Muslim di bulan Syawal tahun ke-8 Hijriah. Hunain menjadi saksi bagaimana 12 ribu pasukan kocar-kadir oleh sergapan pemanah Hawazin.
Perang Uhud pada 17 Syawal tahun ke-3 Hijriah menjadi monumen pahit tentang kerapuhan sebuah barisan. Di balik gugurnya 70 syuhada, tersimpan pelajaran mahal mengenai harga sebuah ketidakpatuhan.
Penaklukan Madain pada Syawal tahun ke-14 Hijriah bukan sekadar kemenangan militer biasa. Ia adalah titik balik jatuhnya adidaya Persia di hadapan pasukan bersahaja pimpinan Umar bin Khattab.
Tahun ke-10 kenabian menjadi ujian terberat bagi Rasulullah. Di tengah duka mendalam dan tekanan Quraisy, pelarian ke Thaif justru berujung penolakan kasar, menyisakan luka fisik namun melahirkan puncak keluhuran budi.
Kelahiran Abdullah bin Zubair pada Syawal 1 Hijriah bukan sekadar peristiwa biologis. Ia adalah amunisi politik dan psikologis yang mematahkan propaganda hitam terhadap kaum Muhajirin di Madinah.
Penaklukan Madain pada Syawal tahun ke-14 Hijriah bukan sekadar kemenangan militer biasa. Ia adalah titik balik jatuhnya adidaya Persia di hadapan pasukan bersahaja pimpinan Umar bin Khattab.
Dari Sungai Nil ke Laut Tengah, agama selalu jadi sumber peradaban. Ketika Mesir, Persia, dan Romawi retak, jazirah Arab justru melahirkan jawaban baru: Islam sebagai jembatan dunia.
Ratu kontes kecantikan, Nadeen Ayoub baru-baru ini dinobatkan sebagai Miss Universe Palestina untuk pertama kalinya. Ini menjadi debut Palestina di kontes kecantikan dunia Miss Universe pada tahun 2025.
Setelah kehancuran Daulah Fatimiyah di Mesir digantikan Daulah Ayyubiyah. Kala itu, Nuruddin Zanki (Penguasa Syam dan Aleppo) mendesak Salahuddin Al-Ayyubi untuk mengakhiri kekuasaan Daulah Fatimiyah di Mesir yang Syiah itu