Habib Abdurrahman Al Habsyi: Hukum Berinfak tapi Bermaksiat
Mahmuda attar hussein
Ahad, 20 November 2022 - 19:50 WIB
Ilustrasi orang suka berinfak tapi bermaksiat. (Foto: Istimewa).
Pendakwah Habib Abdurrahman Al-Habsyi menilai tidak semua infak bernilai ibadah. Salah satunya mereka yang melakukan amalan tersebut, namun berbuat maksiat.
"Ada orang yang berinfak tapi dia maksiat," kata Habib Dr Abdurrahman Al-Habsyi saat mengisi pengajian Majelis Taklim Al-Ikhlas di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jumat (18/11/2022).
Dalam pengajian tersebut, Habib Abdurrahman mengupas tafsir Surat Al-Lail ayat 1-6, yang artinya:
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1); demi siang apabila terang benderang (2); demi penciptaan laki-laki dan perempuan (3); sungguh, usahamu memang beraneka macam (4); maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (5); dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga)."
Baca Juga: Habib Abdurrahman: Fase Hidup Manusia Sangat Singkat, Hanya 4 Episode
Dia menyebutkan beberapa contoh orang yang berinfak tapi maksiat. "Pertama, orang yang mengeluarkan infak karena riya. Yakni, ingin mendapatkan pengakuan atau pujian dari orang lain," kata Habib Abdurrahman.
Termasuk, kata dia, orang yang melaksanakan haji berulang-ulang agar dipuji orang. Kedua, berinfak karena ujub. Yakni, membanggakan diri sendiri dan merasa diri sendiri paling hebat.
"Ada orang yang berinfak tapi dia maksiat," kata Habib Dr Abdurrahman Al-Habsyi saat mengisi pengajian Majelis Taklim Al-Ikhlas di Masjid Al-Ikhlas Bosowa Bina Insani, Bogor, Jumat (18/11/2022).
Dalam pengajian tersebut, Habib Abdurrahman mengupas tafsir Surat Al-Lail ayat 1-6, yang artinya:
"Demi malam apabila menutupi (cahaya siang) (1); demi siang apabila terang benderang (2); demi penciptaan laki-laki dan perempuan (3); sungguh, usahamu memang beraneka macam (4); maka barangsiapa memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa (5); dan membenarkan (adanya pahala) yang terbaik (surga)."
Baca Juga: Habib Abdurrahman: Fase Hidup Manusia Sangat Singkat, Hanya 4 Episode
Dia menyebutkan beberapa contoh orang yang berinfak tapi maksiat. "Pertama, orang yang mengeluarkan infak karena riya. Yakni, ingin mendapatkan pengakuan atau pujian dari orang lain," kata Habib Abdurrahman.
Termasuk, kata dia, orang yang melaksanakan haji berulang-ulang agar dipuji orang. Kedua, berinfak karena ujub. Yakni, membanggakan diri sendiri dan merasa diri sendiri paling hebat.