home community

Dakwah ala Milenial di Yukngaji, Jaring Anak Muda Kenali Islam

Kamis, 19 Agustus 2021 - 21:15 WIB
Ilustrasi Yukngaji. (Foto: Instagram).
Anak-anak muda dijaring untuk lebih mengenal Islam dengan dakwah ala milenial. Gaya ini diterapkan komunitas Yukngaji, menerapkan digitalisasi syiar Islam.

Sifat milenial serta generasi di bawahnya yang 'melek' teknologi dan lifestyle harusnya mendorong banyak perubahan dalam metode dakwah. Bila dulu syiar agama lekat dengan mimbar-mimbar dan orasi, kini penyampaian agama harus user friendly.

Dalam mengisi ruang-ruang kosong yang belum tersentuh dakwah konvensional, Yukngaji hadir dan membawa menawarkan konsep baru dalam ranah dakwah. Komunitas ini mencoba mengoptimalkan media daring sebagai jejaring dakwah anak-anak muda.

Baca Juga: Sahabat Akhirat, Komunitas Anak-Anak Gaul tapi Sholeh

Yukngaji dicetuskan pertama kali di Istanbul oleh Husain Assadi dan Felix Siauw pada April 2015. Keduanya berdiskusi bagaimana menjaring para generasi muda yang aktif di sosial media atau dunia maya terarik kepada Islam. Tak lama turut bergabung pula Cahyo Ahmad Irsyad, Ihsanul Muttaqin dan Abietyasakti.

Ibarat memancing, target-target dakwah yang tertarik dalam kampanye daring difollow up ke dalam forum nyata. Kegiatan perdana Yukngaji dilaksanakan di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor pada tanggal 9 Juli 2016.

Gedung LIPI penuh sesak dengan peserta kajian yang mayoritas anak-anak muda. Dari situlah kegiatan sejenis menyebar di kota-kota lainnya. Tanggal tersebut juga diresmikan sebagai tanggal berdirinya Yukngaji.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
komunitas muslim anak muda dakwah digital islam
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya