LANGIT7.ID, Jakarta - Anak-anak muda dijaring untuk lebih mengenal Islam dengan dakwah ala milenial. Gaya ini diterapkan komunitas Yukngaji, menerapkan digitalisasi syiar Islam.
Sifat milenial serta generasi di bawahnya yang 'melek' teknologi dan lifestyle harusnya mendorong banyak perubahan dalam metode dakwah. Bila dulu syiar agama lekat dengan mimbar-mimbar dan orasi, kini penyampaian agama harus user friendly.
Dalam mengisi ruang-ruang kosong yang belum tersentuh dakwah konvensional, Yukngaji hadir dan membawa menawarkan konsep baru dalam ranah dakwah. Komunitas ini mencoba mengoptimalkan media daring sebagai jejaring dakwah anak-anak muda.
Baca Juga: Sahabat Akhirat, Komunitas Anak-Anak Gaul tapi SholehYukngaji dicetuskan pertama kali di Istanbul oleh Husain Assadi dan Felix Siauw pada April 2015. Keduanya berdiskusi bagaimana menjaring para generasi muda yang aktif di sosial media atau dunia maya terarik kepada Islam. Tak lama turut bergabung pula Cahyo Ahmad Irsyad, Ihsanul Muttaqin dan Abietyasakti.
Ibarat memancing, target-target dakwah yang tertarik dalam kampanye daring difollow up ke dalam forum nyata. Kegiatan perdana Yukngaji dilaksanakan di gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor pada tanggal 9 Juli 2016.
Gedung LIPI penuh sesak dengan peserta kajian yang mayoritas anak-anak muda. Dari situlah kegiatan sejenis menyebar di kota-kota lainnya. Tanggal tersebut juga diresmikan sebagai tanggal berdirinya Yukngaji.
Saat ini, jumlah pengikut instagram Yukngaji mencapai 574 ribu. Feednya terkelola dengan baik dan rapih dengan desain-desain kekinian yang interaktif. Materi-materi dakwah didaur ulang agar laku di pasaran “Kids Zaman Now” tanpa kehilangan tuntunan.
Komunitas ini juga mengoperasikan akun YouTube Komunitas Yukngaji dan YNTV sebagai salah satu wadah syiar. Kajian yang diadakan ada yang sifatnya terbuka untuk umum dan terakses publik setiap pekan serta ada juga sifatnya eklsusif dan intensif melalui berbagai event atau kelas yang diadakan komunitas.
Komunitas ini juga menggelar agenda dakwah tahunan dengan beragam tema yang mampu menarik anak-anak muda. Misalnya pada tahun pertama mereka mengambil tema The Power of Yukngaji , tahun kedua the Mirracle of Yukngaji dan tema tahun ketiga yaitu Share Your Happiness.
Komunitas Yukngaji sudah merintis lebih dari 40 kota regional diseluruh Indonesia dan 4 negara berbeda, yakni Malaysia,Turki, Korea dan Jepang. Motto komunitas ini: Taat Bahagia, Maksiat Sengsara.
(bal)