Piala Dunia 2022 Qatar
Analisis Ahli Matematika Oxford Prediksi Brasil Juara Piala Dunia 2022
Muhajirin
Selasa, 22 November 2022 - 16:21 WIB
Tim Nasional Brasil (foto: FIFA)
Oxford University merilis sebuah prediksi juara Piala Dunia 2022. Prediksi yang dibuat berdasarkan hitungan matematika itu tidak menempatkan Brasil sebagai kandidat juara terkuat.
Oxford melakukan studi dengan model matematika untuk menentukan tim yang paling berpotensi menjuarai turnamen empat tahunan tersebut. Studi itu dilakukan oleh mahasiswa post-doctoral Institut Matematika Oxford, Joshua Bull.
Model matematika itu mensimulasikan fase grup hingga satu juga kali dan mengambil hasil paling umum. Algoritmanya disimulasikan lagi untuk fase gugur hingga 100.000 kali. Model matematika itu diciptakan dengan menganalisis peringkat elo atau tingkat keterampilan masing-masing tim, dari data laga internasional sejak 2018.
Baca Juga: Lantunan Al-Quran Buka Piala Dunia 2022 Qatar, Ghanim Al Muftah Baca Surat Al-Hujurat
“Model telah dibuat dengan menganalisis data peringkat tim dari http://eloratings.net/, dengan fokus pada setiap pertandingan internasional tim utama sejak 2018,” tulis laman resmi Oxford University, dikutip Selasa (22/11/2022).
Oxford melakukan studi dengan model matematika untuk menentukan tim yang paling berpotensi menjuarai turnamen empat tahunan tersebut. Studi itu dilakukan oleh mahasiswa post-doctoral Institut Matematika Oxford, Joshua Bull.
Model matematika itu mensimulasikan fase grup hingga satu juga kali dan mengambil hasil paling umum. Algoritmanya disimulasikan lagi untuk fase gugur hingga 100.000 kali. Model matematika itu diciptakan dengan menganalisis peringkat elo atau tingkat keterampilan masing-masing tim, dari data laga internasional sejak 2018.
Baca Juga: Lantunan Al-Quran Buka Piala Dunia 2022 Qatar, Ghanim Al Muftah Baca Surat Al-Hujurat
“Model telah dibuat dengan menganalisis data peringkat tim dari http://eloratings.net/, dengan fokus pada setiap pertandingan internasional tim utama sejak 2018,” tulis laman resmi Oxford University, dikutip Selasa (22/11/2022).