Menyusuri Dundee, Kota Menyenangkan untuk Mahasiswa Muslim
Muhajirin
Rabu, 07 Juli 2021 - 14:18 WIB
Museum V&A di Dundee, Scotlandia. (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Fenomena masyarakat muslim di barat sering dikaitkan dengan masalah kegamangan barat terhadap muslim. Negara-negara yang mayoritas nonmuslim, kadang memandang muslim sebagai kelompok konservatif. Di sisi lain, muslim di barat memiliki masalah terkait identitas, tradisi, dan perjuangan hidup. Benarkan demikian?
Pandangan itu tak sepenuhnya benar. Di Kota Dundee, Britania Raya (United Kingdom) yang mayoritas penduduknya nonmuslim, penduduknya justru ramah dengan imigran yang beragama Islam.
Kota yang terletak di pesisir timur Skotlandia itu menjadi wilayah yang nyaman dan menyenangkan bagi umat Islam.
Hal tersebut diungkapkan Dzikri Firmansyah Hakam, mahasiswa S2 dan S3 di University of Dundee sejak 2012 hingga 2019. Dundee relatif kondusif dan supotif terhadap kehidupan sosial agama. Masyarakat setempat sangat ramah. Mereka mengesampingkan perbedaan keyakinan demi hidup berdampingan. Itu menjadi episode menyenangkan bagi pria asal Bandung, Jawa Barat itu.
“Skotlandia itu relatif kondusif dan suportif terhadap kehidupan sosial agama di Dundee. Komunitasnya lumayan baik, saya tinggal di lingkungan di mana masjid hanya jalan kaki. Komunitas muslim juga aktif,” kata Dzikri kepada LANGIT7.ID.
Komunitas muslim di daerah tersebut sangat ramah. Mereka saling menjaga satu sama lain. Semua saling kenal. Di sisi lain, penerimaan penduduk setempat juga sangat baik. “Mungkin tipikal orang Skotlandia yang memang terbuka terhadap minoritas,” kata Dzikri
Analyst di Center of Excellence (COE) di PT PLN itu mengaku mudah menemukan makanan halal. Dzikri ditemani istri dan anaknya saat kuliah di University of Nundee. Hari-hari mereka lalui dengan menyenangkan. Ia bisa menemukan masjid tanpa menempuh perjalanan jauh. Kajian islami pun sering digelar.
Pandangan itu tak sepenuhnya benar. Di Kota Dundee, Britania Raya (United Kingdom) yang mayoritas penduduknya nonmuslim, penduduknya justru ramah dengan imigran yang beragama Islam.
Kota yang terletak di pesisir timur Skotlandia itu menjadi wilayah yang nyaman dan menyenangkan bagi umat Islam.
Hal tersebut diungkapkan Dzikri Firmansyah Hakam, mahasiswa S2 dan S3 di University of Dundee sejak 2012 hingga 2019. Dundee relatif kondusif dan supotif terhadap kehidupan sosial agama. Masyarakat setempat sangat ramah. Mereka mengesampingkan perbedaan keyakinan demi hidup berdampingan. Itu menjadi episode menyenangkan bagi pria asal Bandung, Jawa Barat itu.
“Skotlandia itu relatif kondusif dan suportif terhadap kehidupan sosial agama di Dundee. Komunitasnya lumayan baik, saya tinggal di lingkungan di mana masjid hanya jalan kaki. Komunitas muslim juga aktif,” kata Dzikri kepada LANGIT7.ID.
Komunitas muslim di daerah tersebut sangat ramah. Mereka saling menjaga satu sama lain. Semua saling kenal. Di sisi lain, penerimaan penduduk setempat juga sangat baik. “Mungkin tipikal orang Skotlandia yang memang terbuka terhadap minoritas,” kata Dzikri
Analyst di Center of Excellence (COE) di PT PLN itu mengaku mudah menemukan makanan halal. Dzikri ditemani istri dan anaknya saat kuliah di University of Nundee. Hari-hari mereka lalui dengan menyenangkan. Ia bisa menemukan masjid tanpa menempuh perjalanan jauh. Kajian islami pun sering digelar.