home sosok muslim

Sadarkan Pentingnya Kesehatan Mental, Pemuda Ini Masuk 'Forbes 30 Under 30'

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 08:10 WIB
Ifandi Khainur Rahim, Founder Satu Persen (foto: langit7.id/istock)
Belum banyak orang yang memiliki kesadaran terkait pentingnya kesehatan mental dalam diri. Beberapa faktor yang menjadi penyebabnya adalah belum adanya kesempatan dan porsi khusus yang diberikan untuk memberikan pelajaran terkait pentingnya kesehatan mental dalam jiwa.

Kekeliruan soal anggapan gangguan jiwa juga terkadang masih menjadi persoalan. Beberapa di antara masyarakat masih menganggap remeh soal tingkatan gangguan jiwa kaitannya dengan kesehatan mental, sebagian lainnya juga terlalu mengandalkan tenaga kerja di bidang tersebut, seperti psikolog atau pun psikiater.

Padahal masalah gangguan mental sebenarnya bisa dicegah melalui pendidikan dan bidang ajaran ilmu khusus terkait kehidupan. Berangkat dari keresahan tersebut, Ifandi Khainur Rahim atau akrab disapa Evan, mulai memikirkan cara membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan mental dalam diri.

Lewat startup Satu Persen ia mulai membagikan ilmu kejiwaan melalui konten kreatif yang ia unggah di kanal Youtube Satu Persen. Ya, perusahaan rintisannya ini melakukan mentoring secara daring dengan mengandalkan tren digital. Hal itu dilakukannya karena memang transformasi digital belakangan ini menjadi pelarian banyak orang untuk menghabiskan sebagian besar waktu mereka.

“Tujuan utama dibentuknya Satu Persen, karena sistem pendidikan saat ini dirasa banyak melewatkan hal penting dalam kehidupan, mulai dari kesehatan mental, pengenalan diri, dan cara berkarir yang tidak pernah diajarkan dalam sekolah,” ujarnya di kanal Youtube Youth Diary.

Porsi pendidikan Indonesia hingga saat ini didominasi oleh pembelajaran yang lebih menitikberatkan kepada ilmu pengetahuan secara akademis. Baginya, hal itu bukanlah sesuatu yang salah, hanya saja porsi tersebut memang dirasa cukup terlalu berlebihan.

“Bisa jadi ilmu itu malah tidak pernah digunakan di masa depan dan akhirnya menyebabkan banyak orang di luaran sana yang tidak siap dalam menjalankan kehidupan. Satu Persen dibuat untuk memberikan pelajaran yang tidak didapatkan di sekolah,” ujarnya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
inovasi startup digital kesehatan jiwa kesehatan mental
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya