home home & garden

Kenapa Rumah di Jepang Tahan Gempa? Arsitek: Pakai Konstruksi Kering

Senin, 28 November 2022 - 20:19 WIB
Deretan rumah tradisional di Prefektur Gifu, Jepang. Foto: Langit7/iStock.
Bangunan Indonesia masih rentan terhadap gempa. Hal ini terlihat dari banyaknya rumah atau bangunan yang rusak parah akibat gempa yang melanda Indonesia termasuk ketika di Cianjur, Jawa Barat pada Senin 21 November lalu.

Mantan Sekretaris Jenderal Ikatan Arsitektur Indonesia Nasional, Ariko Andikabina mengajak masyarakat untuk mencontoh Jepang dalam membuat sebuah bangunan. Alasannya kasus-kasus gempa di Jepang tidak menimbulkan kerusakan parah pada bangunan.

Baca juga: Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa

Menurut Ariko, masyarakat Jepang mempunyai kedisplinan dalam menerapkan standar pembangunan properti. Sementara hal tersebut belum ada di masyarakat Indonesia yang cenderung membangun rumah tanpa standar baku.

"Itu yang tidak ada dari kita. Jadi kalau bikin rumah itu tidak bisa sembarangan. Di kita (Indonesia) basisnya itu reka-rekaan, bukan basis berdasarkan standar. Kalau Jepang semua rumah dihitung secara baik mengikuti standar," ujar Ariko kepada Langit7, Senin (28/11/2022).

Di samping itu, lanjut Ariko, Jepang masih mempertahankan rumah-rumah tradisional yang berbasis kayu atau disebut konstruksi kering. Jenis konstruksi ini cenderung lebih tahan gempa, sebab sambungannya memungkinkan ikut bergoyang sehingga tidak mudah roboh.

"Kalau kita kan tidak. Gaya hidupnya sudah berubah jadi semua rumah batu. Sepertinya kalau rumah batu berarti sudah sejahtera, sementara rumah kayu tidak sejahtera," katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
ariko andikabina rumah tahan gempa konstruksi kering jepang
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya