Klasifikasi Peristiwa Bencana Menurut Al-Qur'an dan Hadits
Hasanah syakim
Selasa, 29 November 2022 - 08:00 WIB
Klasifikasi Peristiwa Bencana Menurut Al-Quran dan Hadits. Foto: Istimewa.
Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Asrul Jamaluddin mengatakan secara umum bencana disebabkan oleh faktor kejadian alam (natural disaster), ataupun oleh ulah manusia (man made disaster).
Menurut Asrul, peristiwa bencana sebagaimana ditunjukan dalam Al-Qur'an dan hadist dapat diklasifikasi menjadi dua, di antaranya. Pertama, bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, tanah longsor, banjir, kekeringan.
"Kedua, yaitu bencana non alam seperti kegagalan teknologi, epidemi atau wabah, konflik sosal, dan teror," kata Asrul dikutip dari laman resmi Muhammadiyyah Selasa (29/11/2022).
Baca Juga:Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa
Lebih lanjut, Asrul menyampaikan bahwa peristiwa alam yang terjadi tidak serta merta bisa disebut bencana. Menurut dia, suatu kejadian bisa disebut sebagai bencana ketika manusia salah memerhitungkan risiko, dari peristiwa tersebut dan mengakibatkan kerugian diri dan komunitasnya.
"Oleh karena itu, pada dasarnya peristiwa tanah longsor, gunung meletus, banjir, gempa bumi, dan lain-lain bukan merupakan bencana. Karena peristiwa tersebut adalah fenomena rutin dan siklus alam," ujarnya.
Dia juga menyebut, peristiwa tersebut baru dikatakan sebagai bencana bila masyarakat tidak memperhitungkan risiko, yaitu mempersiapkan diri dengan baik, sehingga mengakibatkan timbulnya kerusakan, sakit, atau bahkan kehilangan jiwa.
Menurut Asrul, peristiwa bencana sebagaimana ditunjukan dalam Al-Qur'an dan hadist dapat diklasifikasi menjadi dua, di antaranya. Pertama, bencana alam seperti gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, tanah longsor, banjir, kekeringan.
"Kedua, yaitu bencana non alam seperti kegagalan teknologi, epidemi atau wabah, konflik sosal, dan teror," kata Asrul dikutip dari laman resmi Muhammadiyyah Selasa (29/11/2022).
Baca Juga:Bergoyang Ikuti Arah Guncangan, Alasan Rumah Kayu dan Bambu Tahan Gempa
Lebih lanjut, Asrul menyampaikan bahwa peristiwa alam yang terjadi tidak serta merta bisa disebut bencana. Menurut dia, suatu kejadian bisa disebut sebagai bencana ketika manusia salah memerhitungkan risiko, dari peristiwa tersebut dan mengakibatkan kerugian diri dan komunitasnya.
"Oleh karena itu, pada dasarnya peristiwa tanah longsor, gunung meletus, banjir, gempa bumi, dan lain-lain bukan merupakan bencana. Karena peristiwa tersebut adalah fenomena rutin dan siklus alam," ujarnya.
Dia juga menyebut, peristiwa tersebut baru dikatakan sebagai bencana bila masyarakat tidak memperhitungkan risiko, yaitu mempersiapkan diri dengan baik, sehingga mengakibatkan timbulnya kerusakan, sakit, atau bahkan kehilangan jiwa.