4 Penyakit Mematikan Mengintai Pelaku Seks Bebas
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 01 Desember 2022 - 10:30 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Seks bebas merupakan perilaku seksual yang dilakukan tanpa sebuah ikatan pernikahan dan kerap terjadi antara satu pasangan atau satu orang bergonta-ganti pasangan. Perilaku tersebut memiliki banyak dampak buruk, salah satunya terpapar penyakit mematikan.
Merujuk dari Healthline, Kamis (1/12/2022), terdapat empat penyakit mematikan yang mengintai pelaku seks bebas, yaitu:
- Penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID)
Gonore, klamidia, dan trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) umum yang dapat menyebabkan PID jika tidak diobati. Tetapi tidak semua kasus PID disebabkan oleh IMS, sebab infeksi bakteri lain juga dapat berperan.
Baca Juga:Resesi Seks Terjadi di Jepang dan Korsel Akibat Pengabaian Agama
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 2,5 juta wanita di Amerika Serikat memiliki riwayat seumur hidup yang dilaporkan didiagnosis dengan PID. Meski infeksi pada organ reproduksi wanita ini tergolong penyakit, namun beberapa orang tidak menunjukkan gejala.
Jika memiliki gejala, mereka akan mengalami seperti nyeri panggul atau perut bagian bawah, rasa sakit saat berhubungan seks vaginal atau saat buang air kecil, pendarahan vagina yang tidak teratur, berat, atau menyakitkan, keputihan yang tidak biasa, mual dan suhu tinggi.
Merujuk dari Healthline, Kamis (1/12/2022), terdapat empat penyakit mematikan yang mengintai pelaku seks bebas, yaitu:
- Penyakit radang panggul atau Pelvic Inflammatory Disease (PID)
Gonore, klamidia, dan trikomoniasis merupakan infeksi menular seksual (IMS) umum yang dapat menyebabkan PID jika tidak diobati. Tetapi tidak semua kasus PID disebabkan oleh IMS, sebab infeksi bakteri lain juga dapat berperan.
Baca Juga:Resesi Seks Terjadi di Jepang dan Korsel Akibat Pengabaian Agama
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), ada sekitar 2,5 juta wanita di Amerika Serikat memiliki riwayat seumur hidup yang dilaporkan didiagnosis dengan PID. Meski infeksi pada organ reproduksi wanita ini tergolong penyakit, namun beberapa orang tidak menunjukkan gejala.
Jika memiliki gejala, mereka akan mengalami seperti nyeri panggul atau perut bagian bawah, rasa sakit saat berhubungan seks vaginal atau saat buang air kecil, pendarahan vagina yang tidak teratur, berat, atau menyakitkan, keputihan yang tidak biasa, mual dan suhu tinggi.