Pengembangan Sistem Logistik Halal 5.0 Berperan Penting ke Depan
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 02 Desember 2022 - 14:30 WIB
Pengembangan Sistem Logistik Halal 5.0 Berperan Penting ke Depan. (Foto: Istimewa)
Sistem logistik halal di Tanah Air masih memiliki kelemahan dari segi aspek ketertelusurannya. Untuk itu, pengembangan sistem logistik halal 5.0 sangat diperlukan.
Hal itu dikatakan Dosen IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Yandra Arkeman dalam Webinar Halal Traceability Systems (HTS): From Manual to Smart Blockchain, beberapa waktu lalu.
"Kelemahan sistem logistik halal adalah ketidakberadaan aspek ketertelusurannya," kata dia dilansir IPB, dikutip Jumat (2/12/2022).
Menurutnya, saat ini belum ada alat untuk memeriksa kehalalan secara cerdas dan cepat. Sementara sistem informasi yang ada juga masih bersifat semi otomatis, yang derajat otomisasi dan digitalisasinya relatif rendah.
Baca Juga: Konsep Halal dan Tayib Berpotensi Tingkatkan Perekonomian
“Kita perlu melakukan digitalisasi di sepanjang rantai pasok tersebut. Mulai dari meningkatkan sistem ketertelusuran dengan blockchain, meningkatkan kecerdasan blockchain, serta mengintegrasikan blockchain dan smart device dengan kecerdasan buatan,” katanya.
Teknologi blockchain, kata dia memiliki karakteristik yang mendukung revolusi industri 4.0/5.0. Di mana teknologi ini bisa memberikan transparansi, lebih terpercaya, dan tertelusur.
Hal itu dikatakan Dosen IPB University dari Fakultas Teknologi Pertanian, Prof Yandra Arkeman dalam Webinar Halal Traceability Systems (HTS): From Manual to Smart Blockchain, beberapa waktu lalu.
"Kelemahan sistem logistik halal adalah ketidakberadaan aspek ketertelusurannya," kata dia dilansir IPB, dikutip Jumat (2/12/2022).
Menurutnya, saat ini belum ada alat untuk memeriksa kehalalan secara cerdas dan cepat. Sementara sistem informasi yang ada juga masih bersifat semi otomatis, yang derajat otomisasi dan digitalisasinya relatif rendah.
Baca Juga: Konsep Halal dan Tayib Berpotensi Tingkatkan Perekonomian
“Kita perlu melakukan digitalisasi di sepanjang rantai pasok tersebut. Mulai dari meningkatkan sistem ketertelusuran dengan blockchain, meningkatkan kecerdasan blockchain, serta mengintegrasikan blockchain dan smart device dengan kecerdasan buatan,” katanya.
Teknologi blockchain, kata dia memiliki karakteristik yang mendukung revolusi industri 4.0/5.0. Di mana teknologi ini bisa memberikan transparansi, lebih terpercaya, dan tertelusur.