Riset Dewan Pers: Media Masih Dipercaya Publik untuk Mencari Kebenaran Informasi
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 20 Agustus 2021 - 21:37 WIB
Media online masih dipercaya publik untuk mencari kebenaran informasi. (foto: pixabay)
Riset Dewan Pers: Media Masih Dipercaya Publik untuk Mencari Kebenaran Informasi
Dewan Pers bersama Universitas Dr Moestopo Beragama melakukan penelitian mengenai "Kepercayaan Publik terhadap Media Arus Utama di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama atau media pers dibandingkan terhadap platform media sosial di masa pandemi Covid-19.
Ketua Komisi Penelitiaan, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Ahmad Djauhar, mengatakan media arus utama masih cukup dipercaya oleh publik dan menjadi media konfirmasi untuk informasi yang mereka dapatkan dari media baru atau media sosial.
Media siber atau media online dipercaya berdasarkan faktor data dan fakta yang disajikan, juga dikarenakan nama besar media.
Sementara kepercayaan terhadap media televisi/televisi streaming berdasarkan faktor data dan fakta yang disajikan dan narasumber berita.
Baca juga:Pemulihan Ekonomi Nasional Lambat, APBN Diharapkan Bisa Lebih Tepat Sasaran
"Media online/siber merupakan media yang paling tinggi digunakan untuk konfirmasi kebenaran informasi, diikuti TV/Streaming, dan surat kabar harian. Terkait dengan informasi mengenai Covid-19 sebagian besar responden dari 34 provinsi mempercayai informasi dari pakar di bidang yang relevan dengan masalah Covid-19," ujar Ahmad Djauhar, Jumat (20/8).
Dewan Pers bersama Universitas Dr Moestopo Beragama melakukan penelitian mengenai "Kepercayaan Publik terhadap Media Arus Utama di masa pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang bagaimana kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama atau media pers dibandingkan terhadap platform media sosial di masa pandemi Covid-19.
Ketua Komisi Penelitiaan, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Ahmad Djauhar, mengatakan media arus utama masih cukup dipercaya oleh publik dan menjadi media konfirmasi untuk informasi yang mereka dapatkan dari media baru atau media sosial.
Media siber atau media online dipercaya berdasarkan faktor data dan fakta yang disajikan, juga dikarenakan nama besar media.
Sementara kepercayaan terhadap media televisi/televisi streaming berdasarkan faktor data dan fakta yang disajikan dan narasumber berita.
Baca juga:Pemulihan Ekonomi Nasional Lambat, APBN Diharapkan Bisa Lebih Tepat Sasaran
"Media online/siber merupakan media yang paling tinggi digunakan untuk konfirmasi kebenaran informasi, diikuti TV/Streaming, dan surat kabar harian. Terkait dengan informasi mengenai Covid-19 sebagian besar responden dari 34 provinsi mempercayai informasi dari pakar di bidang yang relevan dengan masalah Covid-19," ujar Ahmad Djauhar, Jumat (20/8).