Tips Kuliah di Negara Barat Tanpa Menjadi Kebarat-baratan
Muhajirin
Sabtu, 03 Desember 2022 - 17:55 WIB
Mahasiswa Indonesia, Farhan Abdul Majiid (kiri bawah) bersama rekan-rekan kuliahnya di School of Transnational Governance European University Institute, Florence, Italia (Dok Pribadi)
Sebagai minoritas, muslim di Barat terus bergulat untuk mendapatkan tempat di tengah heterogenitas nilai yang cukup rumit. Fenomena masyarakat muslim diBarat kerap dikaitkan dengan masalah kegamangan masyarakat Barat terhadap muslim.
Masyarakat Barat yang mengklaim memiliki peradaban maju dan modern kadang menganggap masyarakat muslim dengan nilai Islamnya sebagai masyarakat konservatif. Ini menjadi tantangan tersendiri saat menjadi mahasiswa muslim di Barat.
Farhan Abdul Majiid, Mahasiswa asal Indonesia di School of Transnational Governance European University Institute, Florence, Italia menceritakan, tantangan utama seorang muslim yang belajar di Barat adalah adaptasi.
Baca Juga: Perjuangan 1 Persen Umat Islam di Florence Jaga Ibadah, Ukhuwah dan Toleransi
“Dalam adaptasi, ada hal-hal yang perlu dipertahankan dan ada yang perlu disesuaikan. Apa saja yg perlu diadaptasi? Tentu ada banyak. Mulai dari urusan sehari-hari seperti cuaca, makanan, dan lain-lain. Sampai urusan pemikiran. Apalagi, yang saya pelajari adalah ilmu sosial,” kata Farhan kepada Langit7.id, Sabtu (3/12/2022).
Masyarakat Barat yang mengklaim memiliki peradaban maju dan modern kadang menganggap masyarakat muslim dengan nilai Islamnya sebagai masyarakat konservatif. Ini menjadi tantangan tersendiri saat menjadi mahasiswa muslim di Barat.
Farhan Abdul Majiid, Mahasiswa asal Indonesia di School of Transnational Governance European University Institute, Florence, Italia menceritakan, tantangan utama seorang muslim yang belajar di Barat adalah adaptasi.
Baca Juga: Perjuangan 1 Persen Umat Islam di Florence Jaga Ibadah, Ukhuwah dan Toleransi
“Dalam adaptasi, ada hal-hal yang perlu dipertahankan dan ada yang perlu disesuaikan. Apa saja yg perlu diadaptasi? Tentu ada banyak. Mulai dari urusan sehari-hari seperti cuaca, makanan, dan lain-lain. Sampai urusan pemikiran. Apalagi, yang saya pelajari adalah ilmu sosial,” kata Farhan kepada Langit7.id, Sabtu (3/12/2022).