home global news

Waspadai Dampak Erupsi, Mata Air Kering hingga Potensi Gempa

Senin, 05 Desember 2022 - 20:22 WIB
Erupsi Gunung Semeru berdampak pada lingkungan seperti mata air kering hingga potensi gempa. Foto: Langit7/iStock.
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi hingga menyemburkan awan panas disertai abu vulkanik mencapai lebih dari 13 kilo meter ke arah Tenggara dan Selatan. Bencana alam ini berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan.

Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelaskan kandungan yang terdapat pada abu vulkanik, yaitu banyak unsur logam, seperti Timbal (Pb), Tembaga (Cu), Krom (Cr), Kadmium (Cd), Seng (Zn), Boron (B), Barium (Ba), Selenium (Se), Perak (Ag), Besi (Fe), pH H2O, SiO2, dan Silika (Si).

Baca juga: BNPB dan BMKG Tepis Kabar Erupsi Semeru Picu Tsunami di Jepang

"Kandungan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada lingkungan, seperti mengeringnya mata air hingga potensi gempa. Material panas berbentuk lava mengalir dari dalam bumi ke permukaan melalui kawah," bunyi keterangan tersebut, dikutip Senin (5/12/2022).

Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sehingga mencemari sumber mata air. Sementara lava kental membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.

Sementara mengutiplaman Hukum Universitas Medan Area, lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.

"Pasokan air terbuka seperti tangki di rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja abu yang masuk ke dalam tandon air dapat mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum. Meskipun risiko racun rendah, pH dapat dikurangi atau disisi lain klorinasi terhambat," terang laman tersebut.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
gempa lingkungan erupsi terdampak erupsi
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya