LANGIT7.ID - , Jakarta -
Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi hingga menyemburkan awan panas disertai
abu vulkanik mencapai lebih dari 13 kilo meter ke arah Tenggara dan Selatan. Bencana alam ini berpotensi menimbulkan
dampak buruk bagi lingkungan.
Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjelaskan kandungan yang terdapat pada abu vulkanik, yaitu banyak unsur logam, seperti Timbal (Pb), Tembaga (Cu), Krom (Cr), Kadmium (Cd), Seng (Zn), Boron (B), Barium (Ba), Selenium (Se), Perak (Ag), Besi (Fe), pH H2O, SiO2, dan Silika (Si).
Baca juga: BNPB dan BMKG Tepis Kabar Erupsi Semeru Picu Tsunami di Jepang"Kandungan tersebut dapat menyebabkan gangguan pada lingkungan, seperti mengeringnya mata air hingga potensi gempa. Material panas berbentuk lava mengalir dari dalam bumi ke permukaan melalui kawah," bunyi keterangan tersebut, dikutip Senin (5/12/2022).
Lava encer akan mengalir mengikuti aliran sungai sehingga mencemari sumber mata air. Sementara lava kental membeku dekat dengan sumbernya. Lava yang membeku akan membentuk bermacam-macam batuan.
Sementara mengutip laman Hukum Universitas Medan Area, lava yang telah bercampur dengan batuan, air, dan material lainnya sangat berbahaya bagi penduduk di lereng gunung berapi.
"Pasokan air terbuka seperti tangki di rumah sangat rentan terhadap hujan abu. Sedikit saja abu yang masuk ke dalam tandon air dapat mengakibatkan permasalahan kelayakan air minum. Meskipun risiko racun rendah, pH dapat dikurangi atau disisi lain klorinasi terhambat," terang laman tersebut.
Selain itu, terdapat kenaikan suhu di sekitar lingkungan dekat gunung berapi. Cuaca terasa panas dan kering karena muntahan lava panas.
Baca juga: Erupsi Semeru, Tiga Gunung Api di Indonesia Berstatus SiagaErupsi gunung berapi merugikan semua makhluk hayati yang bertahan hidup pada bumi. Selain manusia, tumbuhan dan hewan turut mengalami dampak buruknya.
Tumbuhan akan layu dan kering karena suhu panas dan paparan abu vulkanik. Sementara hewan juga akan mengalami masalah pernapasan seperti manusia.
Mengutip dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dampak paling berbahaya dari letusan gunung adalah potensi gempa bumi. Selain karena geseran lempeng, gempa bumi juga bisa terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa terjadi sebelum gunung api meletus.
Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan menyebabkan ledakan sehingga muncul gempa bumi. Meski demikian, umumnya gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.
Baca juga: Erupsi Gunung Semeru, Potensi Penyakit dan Cara Pencegahannya(est)