Allah SWT Telah Tetapkan Musibah sebelum Penciptaan Langit Bumi
Mahmuda attar hussein
Selasa, 06 Desember 2022 - 17:00 WIB
Ilustrasi menerima takdir Allah. (Foto: Istimewa).
Islam mengungkapkan fakta bahwa setiap takdir, termasukmusibah yang menimpa manusia telah ditetapkan Allah SWT 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
Hal itu seperti disebutkan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, "Allah telah menulistakdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semenjak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR Muslim).
Penceramah, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan, setiap takdir yang menimpa manusia sebetulnya telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz. Kitab ini diciptakan Allah 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi.
"Tidak ada musibah kecuali telah ditetapkan Allah SWT di Lauhul Mahfudz," jelas dia dikanal YouTubenya, Selasa (6/12/2022).
Adapun musibah itu tidak hanya bencana gempa bumi ataupun tsunami. Namun juga takdir lainnya yang dialami manusia, seperti kerugian, kebangkrutan, hingga kematian.
Menurutnya, setiap hal yang menimpa manusia telah dituliskan dan ditetapkan Allah di Lauhul Mahfudz. Sementara hikmah musibah tidak lain untuk menjadikan hamba-Nya bagian dari golongan orang beriman dan bertawakal.
"Allah bersumpah demi Al-Qalam (pena) yang menulis Lauhul Mahfudz, bahwa adanya sebuah musibah untuk menguji keimanan manusia," ujarnya.
Hal itu seperti disebutkan Nabi Muhammad SAW dalam sabdanya, "Allah telah menulistakdir seluruh makhluk ciptaan-Nya semenjak lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” (HR Muslim).
Penceramah, Ustadz Abdul Somad (UAS) mengungkapkan, setiap takdir yang menimpa manusia sebetulnya telah tertulis dalam kitab Lauhul Mahfudz. Kitab ini diciptakan Allah 50 ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi.
"Tidak ada musibah kecuali telah ditetapkan Allah SWT di Lauhul Mahfudz," jelas dia dikanal YouTubenya, Selasa (6/12/2022).
Adapun musibah itu tidak hanya bencana gempa bumi ataupun tsunami. Namun juga takdir lainnya yang dialami manusia, seperti kerugian, kebangkrutan, hingga kematian.
Menurutnya, setiap hal yang menimpa manusia telah dituliskan dan ditetapkan Allah di Lauhul Mahfudz. Sementara hikmah musibah tidak lain untuk menjadikan hamba-Nya bagian dari golongan orang beriman dan bertawakal.
"Allah bersumpah demi Al-Qalam (pena) yang menulis Lauhul Mahfudz, bahwa adanya sebuah musibah untuk menguji keimanan manusia," ujarnya.