Sering Mengingat Kematian Buat Mukmin Semangat Beribadah
Andi Muhammad
Rabu, 07 Desember 2022 - 09:43 WIB
Ilustrasi. Foto: Istimewa.
Kaum mukmin mesti tahu bahwa ada manfaat dibalik mengingat ajal atau kematian. Dalam Islam, ajal merupakan rahasia Allah dan tidak ada seorangpun yang tahu akan hal itu. Kematian juga sebuah takdir mutlak yang pasti berlaku kepada setiap manusia.
Merujuk pada kitab Tadzkirah bi Ahwalil Mauta, Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, ada tiga manfaat bagi orang yang mengingat kematian. Dengan selalu mengingat ajal yang bisa datang kapan saja, orang tersebut akan benar-benar mencerminkan ciri-ciri mukmin sejati.
"Orang yang mengingat mati maka akan membantu dia segera taubatnya, akan membuat hatinya penuh dengan qanaah rasa cukup, akan membuat dia semangat beribadah," jelas Ustaz Khalid dikutip di kanal Youtubenya, Rabu (7/12/2022).
Baca Juga:Manusia Meninggal Dunia Sesuai Kebiasaannya, Rutinkan Ibadah
Karenanya, lanjut dia, hal ini perlu dipraktikkan agar setiap mukmin selalu berada di jalan Allah. Dengan begitu, orang-orang akan menjalani hidup dengan tentram dan damai.
Dia menegaskan, orang yang tidak mengingat mati memiliki sifat sebaliknya. Mereka juga condong berbuat maksiat, malas beribadah, dan hal-hal yang dilarang syariat Islam.
"Dia akan tunda-tunda taubat, dia tidak akan merasa selalu cukup dengan apa yang ada, dan dia akan bermalas-malasan beribadah," ujar pendakwah jebolan Universitas Madinah itu.
Merujuk pada kitab Tadzkirah bi Ahwalil Mauta, Pendakwah Ustaz Khalid Basalamah mengatakan, ada tiga manfaat bagi orang yang mengingat kematian. Dengan selalu mengingat ajal yang bisa datang kapan saja, orang tersebut akan benar-benar mencerminkan ciri-ciri mukmin sejati.
"Orang yang mengingat mati maka akan membantu dia segera taubatnya, akan membuat hatinya penuh dengan qanaah rasa cukup, akan membuat dia semangat beribadah," jelas Ustaz Khalid dikutip di kanal Youtubenya, Rabu (7/12/2022).
Baca Juga:Manusia Meninggal Dunia Sesuai Kebiasaannya, Rutinkan Ibadah
Karenanya, lanjut dia, hal ini perlu dipraktikkan agar setiap mukmin selalu berada di jalan Allah. Dengan begitu, orang-orang akan menjalani hidup dengan tentram dan damai.
Dia menegaskan, orang yang tidak mengingat mati memiliki sifat sebaliknya. Mereka juga condong berbuat maksiat, malas beribadah, dan hal-hal yang dilarang syariat Islam.
"Dia akan tunda-tunda taubat, dia tidak akan merasa selalu cukup dengan apa yang ada, dan dia akan bermalas-malasan beribadah," ujar pendakwah jebolan Universitas Madinah itu.