Nasihat Buya Yahya: Hiduplah dengan Kesederhanaan
Hasanah syakim
Kamis, 08 Desember 2022 - 07:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menyampaikan pesan agar umat manusia meninggalkan kesombongan, serta hidup dengan kesederhanaan.
Hal ini dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang hidup dalam kesederhanaan.
"Jangan gengsi dengan kesederhanaan, selamat tinggal dengan kesombongan agar kita mudah untuk menggapai yang halal, makan apa adanya ketahuilah urusan kita dengan Allah Ta'ala," ungkap Buya Yahya dalam tayangan YouTube Buya Yahya dikutip Kamis (8/12/2022).
Baca juga:Sering Mengingat Kematian Buat Mukmin Semangat Beribadah
Buya Yahya mencontohkan kehidupan sahabat nabi sebagai salah satu manusia mulia, di mana selama hidupnya adalah fakir tidak pernah mempunyai apa-apa.
"Bahkan Baginda Nabi pun kadang seharian kenyang, sehari lapar. Imam Ali bin Abi Thalib dengan keluargannya pernah tiga hari tiga malam tidak makan, dan kita pun tidak sampai seperti itu Insya Allah masih ada makan. Akan tetapi kenapa hidup sekarang seperti susah sekali," terang Buya Yahya.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena saat ini manusia dipenuhi dengan sifat tamak, sehingga kehidupannya diatur oleh gaya hidup orang lain.
Hal ini dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang hidup dalam kesederhanaan.
"Jangan gengsi dengan kesederhanaan, selamat tinggal dengan kesombongan agar kita mudah untuk menggapai yang halal, makan apa adanya ketahuilah urusan kita dengan Allah Ta'ala," ungkap Buya Yahya dalam tayangan YouTube Buya Yahya dikutip Kamis (8/12/2022).
Baca juga:Sering Mengingat Kematian Buat Mukmin Semangat Beribadah
Buya Yahya mencontohkan kehidupan sahabat nabi sebagai salah satu manusia mulia, di mana selama hidupnya adalah fakir tidak pernah mempunyai apa-apa.
"Bahkan Baginda Nabi pun kadang seharian kenyang, sehari lapar. Imam Ali bin Abi Thalib dengan keluargannya pernah tiga hari tiga malam tidak makan, dan kita pun tidak sampai seperti itu Insya Allah masih ada makan. Akan tetapi kenapa hidup sekarang seperti susah sekali," terang Buya Yahya.
Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena saat ini manusia dipenuhi dengan sifat tamak, sehingga kehidupannya diatur oleh gaya hidup orang lain.