Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home masjid detail berita

Nasihat Buya Yahya: Hiduplah dengan Kesederhanaan

hasanah syakim Kamis, 08 Desember 2022 - 07:00 WIB
Nasihat Buya Yahya: Hiduplah dengan Kesederhanaan
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menyampaikan pesan agar umat manusia meninggalkan kesombongan, serta hidup dengan kesederhanaan.

Hal ini dicontohkan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya, yang hidup dalam kesederhanaan.

"Jangan gengsi dengan kesederhanaan, selamat tinggal dengan kesombongan agar kita mudah untuk menggapai yang halal, makan apa adanya ketahuilah urusan kita dengan Allah Ta'ala," ungkap Buya Yahya dalam tayangan YouTube Buya Yahya dikutip Kamis (8/12/2022).

Baca juga: Sering Mengingat Kematian Buat Mukmin Semangat Beribadah

Buya Yahya mencontohkan kehidupan sahabat nabi sebagai salah satu manusia mulia, di mana selama hidupnya adalah fakir tidak pernah mempunyai apa-apa.

"Bahkan Baginda Nabi pun kadang seharian kenyang, sehari lapar. Imam Ali bin Abi Thalib dengan keluargannya pernah tiga hari tiga malam tidak makan, dan kita pun tidak sampai seperti itu Insya Allah masih ada makan. Akan tetapi kenapa hidup sekarang seperti susah sekali," terang Buya Yahya.

Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena saat ini manusia dipenuhi dengan sifat tamak, sehingga kehidupannya diatur oleh gaya hidup orang lain.

"Kalau kita kembali kepada hidup 20 sampai 15 tahun yang lalu, begitu sederhananya hidup. Makan sangat sederhana ternyata hari ini ada orang yang berkata katanya susah makan," katanya.

Tak hanya perihal makan, kehidupan sederhana orang-orang terdahulu juga ditampilkan dari cara mereka berpakaian. Di hari itu kata Buya Yahya, mereka terbiasa dengan menjahit pakaian robek serta berbanding terbalik dengan orang-orang yang hidup di zaman sekarang.

"Hari ini baju robek sedikit dibuang, dari bahasanya kita sudah masuk wilayah kesombongan. Memang kita tidak boleh berpura-pura memaksakan dengan baju compang-camping, itu bukan sebuah kebaikan juga karena orang sombong dengan gaya kesederhanaan juga ada," katanya.

Buya Yahya menyampaikan agar di saat hidup dengan kekurangan, jangan ragu untuk menggunakan sesuatu yang sederhana. Kendati demikian, Buya Yahya juga berpesan agar di saat diberi kecukupan hiduplah dengan sewajarnya.

Baca juga: Tafsir Al-Mu'minuun Ayat 105-106: Teguran Allah kepada Ahli Neraka

"Tetapi saat ternyata rizki dalam kekurangan jangan malu dengan kesederhanaan, sebab yang memandang kita adalah Allah Ta'ala bukan manusia. Inilah yang perlu ditunjukan dalam renungan ini, tujuannya agar ibadah-ibadah yang kita lakukan itu tidak sia-sia," tuturnya.

Buya Yahya juga mengajak umat manusia untuk peduli dengan urusan kehalalan dalam urusan rezeki, yaitu dengan mengatur cara makan dan biasakan dengan kesederhanaan. "Mungkin kita harus menanak nasi sendiri agar lebih sehat dan murah, pakaian kita sederhana tidak perlu kita gaya sombong," katanya.

Menurutnya, ketika diberi sesuatu oleh Allah Ta'ala pergunakan sesuatu itu dengan tidak berlebihan, kemudian nikmati dan syukuri gunakan sesuatu itu untuk beribadah.

"Tapi jika di saat belum punya tidak perlu memaksakan kita dengan cara yang haram untuk membeli mobil misalnya, dan alangkah banyaknya manusia seperti ini," tutupnya.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)