7 Kesalahan saat Cuci Tangan, Sabun Rentan Terhadap Kuman
Mahmuda attar hussein
Kamis, 08 Desember 2022 - 17:50 WIB
7 Kesalahan saat Cuci Tangan, Sabun Rentan Terhadap Kuman. (Foto: Istimewa).
Ada 7 kesalahan yang masih sering dilakukan saat mencuci tangan. Hal ini bisa membuat kulit rusak dan faktanya sabun juga rentan terhadap penyebaran kuman.
Mencuci tangan seharusnya dapat membunuh kuman-kuman yang menempel di telapak tangan. Namun, kesalahan dalam mencuci tangan yang masih dilakukan seringkali membuat kuman sebagai sumber penyakit menyebabkan masalah kesehatan.
Untuk itu, jangan sampai Sahabat Langit7 termasuk orang-orang yang salah dalam mencuci tangan. Melansir Readers Digest, berikut 7 kesalahan dalam mencuci tangan:
Baca Juga: Cuci Tangan Pakai Air Lebih Efektif dari Hand Sanitizer dan Tisu Basah
1. Tak Cukup Lama
Studi Michigan State University baru-baru ini menemukan bahwa 95 persen orang tidak mencuci tangan mereka cukup lama. Sehingga, kuman tidak terbunuh secara efektif.
"Rata-rata orang mencuci tangan dilakukan dalam kurun waktu 6 detik. Sementara mencuci tangan akan membunuh kuman secara efektif saat dilakukan selama 20 detik," kata dr Roshini Raj, yang bertugas di NYU Medical Center.
Mencuci tangan seharusnya dapat membunuh kuman-kuman yang menempel di telapak tangan. Namun, kesalahan dalam mencuci tangan yang masih dilakukan seringkali membuat kuman sebagai sumber penyakit menyebabkan masalah kesehatan.
Untuk itu, jangan sampai Sahabat Langit7 termasuk orang-orang yang salah dalam mencuci tangan. Melansir Readers Digest, berikut 7 kesalahan dalam mencuci tangan:
Baca Juga: Cuci Tangan Pakai Air Lebih Efektif dari Hand Sanitizer dan Tisu Basah
1. Tak Cukup Lama
Studi Michigan State University baru-baru ini menemukan bahwa 95 persen orang tidak mencuci tangan mereka cukup lama. Sehingga, kuman tidak terbunuh secara efektif.
"Rata-rata orang mencuci tangan dilakukan dalam kurun waktu 6 detik. Sementara mencuci tangan akan membunuh kuman secara efektif saat dilakukan selama 20 detik," kata dr Roshini Raj, yang bertugas di NYU Medical Center.