LANGIT7.ID, Jakarta - Ada 7 kesalahan yang masih sering dilakukan saat
mencuci tangan. Hal ini bisa membuat kulit rusak dan faktanya sabun juga rentan terhadap
penyebaran kuman.
Mencuci tangan seharusnya dapat membunuh kuman-kuman yang menempel di telapak tangan. Namun, kesalahan dalam mencuci tangan yang masih dilakukan seringkali membuat kuman sebagai sumber
penyakit menyebabkan masalah kesehatan.
Untuk itu, jangan sampai
Sahabat Langit7 termasuk orang-orang yang salah dalam mencuci tangan. Melansir
Readers Digest, berikut 7 kesalahan dalam mencuci tangan:
Baca Juga: Cuci Tangan Pakai Air Lebih Efektif dari Hand Sanitizer dan Tisu Basah1. Tak Cukup LamaStudi Michigan State University baru-baru ini menemukan bahwa 95 persen orang tidak mencuci tangan mereka cukup lama. Sehingga, kuman tidak terbunuh secara efektif.
"Rata-rata orang mencuci tangan dilakukan dalam kurun waktu 6 detik. Sementara mencuci tangan akan membunuh kuman secara efektif saat dilakukan selama 20 detik," kata dr Roshini Raj, yang bertugas di NYU Medical Center.
2. Melewati Selah JariMencuci tangan bukan hanya mengusap bagian telapak dan punggung tangan dengan sabun, tapi juga mesti menggosok bagian selah-selah jari.
Sebab, kuman biasanya banyak ditemukan bersembunyi di bawah kuku dan selah jari-jemari. Bila perlu, gosok bagian ini dengan kuat untuk menghilangkan kotoran, minyak, dan mikroba di kulit.
3. Tidak Mengeringkan TanganSelain mencuci, mengeringkan tangan juga sama pentingnya untuk mencegah pertumbuhan kuman. Pasalnya, kuman suka berkembang biak dalam kelembaban.
Membiarkan tangan yang masih lembab dapat mempermudah pertumbuhan dan penyebaran kuman. Jadi ada baiknya Sahabat mengeringkan tangan dengan tisu, blower, maupun handuk.
4. Air PanasRaj mengungkapkan, antara air panas dan air dingin sama baiknya dalam membunuh kuman. Sehingga anggapan penggunaan air panas untuk mencuci tangan lebih baik dianggap kurang tepat.
"Faktanya, justru air dingin lebih baik untuk kulit Anda karena tidak membuat kulit menjadi terlalu kering," katanya.
5. Lebih Pilih Hand SanitizerOrang seringkali lebih memilih produk hand sanitizer ketimbang sabun untuk mencuci tangan. Padahal, hand sanitizer memiliki kandungan alkohol dan campuran bahan kimia lain yang berpotensi berbahaya bagi kulit.
"Ada keterbatasan dari hand sanitizer, yaitu tidak dapat menghilangkan semua jenis kuman. Sabun dan air adalah pilihan terbaik Anda untuk melawan kuman bakteri penyebab diare atau radang usus besar," jelasnya.
6. Tidak Membilas SabunKesalahan lain yang sering dilakukan orang adalah tidak membilas sabun sebelum menggunakannya. Padahal, sabun menjadi salah satu tempat organisme patogen bersembunyi.
“Bakteri bisa hidup dalam sabun batangan, terutama bila sudah lama tidak digunakan. Jadi disarankan untuk membilas sabun sebelum menggunakannya," kata Profesor epidemiologi di Columbia University's School of Nursing, Elaine L. Larson.
7. Sabun AntibakteriMenurut Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, sangat sedikit bukti yang menunjukkan bahwa sabun antibakteri lebih baik dalam mencegah penyakit dan penyebaran infeksi ketimbang sabun biasa.
Faktanya, FDA mengungkapkan bahwa produk sabun antiseptik, termasuk sabun cair, busa, gel, sabun batangan, dan sabun mandi berlabel antibakteri dengan bahan triclosan, tidak terbukti efektif atau aman bila digunakan dalam jangka waktu yang lama.
Bahkan di beberapa penelitian menunjukkan bahwa triclosan dapat membuat tubuh kebal terhadap antibiotik. Sementara penelitian pada hewan menunjukkan triclosan dapat mengubah cara kerja beberapa hormon dalam tubuh.
(bal)